JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Kabupaten Merangin genap berusia 71 tahun, pada 22 Desember 2020 tahun lalu. Karena Pandemi COVID-19, Hari Ulang Tahun (HUT) Merangin ke-71 tersebut, diperingati secara virtual dan sederhana.
Namun sayangnya, diusianya yang tidak muda lagi, perkembangan pembangunan di Kabupaten Merangin biasa- biasa saja dan terkesan jalan ditempat, terutama pembangunan di bidang infrastruktur jalan. Hal ini diungkapkan oleh Asmawi, salah seorang warga Merangin kepada jambiprima.com, Sabtu (27/3).

" Jalan- jalan di Kabupaten Merangin kondisinya sangat memprihatinkan, berdebu di musim panas, dan berlumpur di musim hujan seperti kubangan kerbau," ungkapnya.
Kondisi jalan di Merangin, lanjut Asmawi, sama memprihatinkan dengan kondisi jalan di kabupaten- kabupaten di Provinsi Jambi yang baru saja berkembang, seperti Kabupaten Tebo, Muaro Jambi dan Kabupaten Sarolangun.

" Menurut saya kalau, Tebo, Muaro Jambi dan Sarolangun kondisi jalannya masih parah, itu masih dibilang wajarlah, karena mereka adalah kabupaten yang baru berkembang, usianya saja baru 20 tahunan," sebutnya.
Yang tidak wajar itu, katanya Asmawi lagi, kabupaten Merangin yang usianya sudah hampir se abad, sudah 71 tahun, tapi kondisinya jalan- jalannya masih parah dan memprihatinkan.
" Merangin dengan Kabupaten lain, seperti Tebo dan Muaro Jambi itu di ibaratkan datuk dan cucu, selisih usianya terpaut 50 tahunan, kalau Merangin kondisi infrastruktur jalannya masih parah seperti ini, patut dipertanyakan apa yang dikerjakan pemimpinnya selama ini," pungkasnya. (*)
Rumah di Rantau Panjang Terbakar, Satu Orang Meninggal Dunia
Diikuti 35 Peserta, GP Ansor Kerinci Laksanakan Pelatihan Kepempinan Dasar Tahun 2021
Menjaga Hutan Tetap Lestari, Kapolres Merangin Ajak Masyarakat MELANGUN
Buku Protokol Keamanan Jurnalis Diluncurkan, Sekjen SMSI: Perlu Diajukan Menjadi Mata Uji Kompetensi