JAMBIPRIMA.COM, SAROLANGUN - Aliansi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Sarolangun, yakni, HMI, PMII, Karang Taruna dan Himpunan Mahasiswa Limun (HIMALI) melakukan aksi unjuk rasa di jalan lintas sumatera, pada Selasa (6/4/2021).
Dalam Aksi unjuk rasa aliansi lintas OKP itu, massa menyampaikan bahwa hingga kini masih banyak pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih beroperasi menggunakan alat berat.
" Aktivitas PETI sudah ada di Sarolangun sejak tahun 1990. Dan hingga kini masih ada alat berat jenis Exca yang beraktivitas dilokasi PETI, yang berdampak terhadap rusaknya alam, air sungai tembesi sudah keruh, tidak seperti dulu lagi," kata Debi Kurniawan, Ketua umum HMI Cabang Sarolangun dalam orasinya.
Peserta aksi meminta instansi terkait untuk secepatnya membuat Perda mengenai Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang melakukan aktivitas peti secara manual maupun aktivas PETI dengan menggunakan alat berat jenis Excavator.
" Begitupun mengenai pengelolaan tata ruang dan pembuangan limbah agar tidak dialirkan kesungai Tembesi," imbuh Debi.
Dia juga menegaskan bahwa jika permintaan itu tidak diindahkan, maka pihaknya akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak.
" Jika permintaan kami tidak diindahkan, maka kami yang terdiri dari lintas OKP sepakat akan melakukan aksi kembali dalam jumlah massa yang lebih banyak," tegas Debi. (yn)
Bersama Tim Basarnas, Dandim 0420/Sarko Bantu Pencarian Bocah 11 Tahun yang Hilang di Sungai Tembesi
Heboh, Warga Temukan Mayat Laki- Laki Mengapung di Sungai Pengabuan
Belum Ditemukan, Pencarian Bocah 11 Tahun yang Tenggelam di Sungai Tembesi Terus Dilakukan
Petani Kelapa Sawit di Tebo Keluhkan Harga Pupuk yang Melejit Naik