JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Perkebunan kelapa sawit di daerah Tebo, menjadi salah satu mata pencaharian mayoritas warga yang tinggal di Kabupaten Tebo.
Selama masa pandemi COVID-19, keadaan perkebunan di Tebo kadang mengalami pasang surut, terkhusus perkebunan kelapa sawit milik pribadi.
Sugianto salah satu petani sawit mengatakan memang harga sawit naik, tetapi pupuk juga melejit naik. Dengan naiknya pupuk, masyarakat yang yang memiliki perkebunan kelapa sawit saat ini semakin lesu.
Ia juga mengatakan, untuk harga pupuk sendiri terbilang juga mahal karena di situasi pandemi saat ini. Harga pupuk Urea Non subsidi 310 Ribu, Npk Granular bervariasi 3 macam mulai dari 345 ribu, 335 ribu, hingga 325 ribu. Sedangkan Tsp 400 dan sp36. 130 ribu.
"Harapan kami semoga keadaan semua saat ini kembali stabil dan masyarakat bisa memetik hasil perkebunan tanpa ada beban yang di pikirkan lagi," pungkas Sugianto. (San)
Truck Masuk Jurang di Jalin Bangko- Kerinci, 1 Tewas 4 Luka Berat
Bocah 11 Tahun di Sarolangun Hilang, Pakaian dan Motornya Ditemukan Dipinggir Sungai
Listrik Padam Terus Setiap Magrib, Warga: PLN Tebo sudah keterlaluan
Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto SIK., MH., Pimpin Patroli Malam Ciptakan Kamtibmas
IJTI Jambi Desak Polisi Usut Pelaku Perusak Mobil Jurnalis INews TV
Rapat Paripurna DPRD Merangin, Al Haris Minta Pendapat dan Saran Dewan Soal LKPJ 2020