Sebelum Adat Mamantai Kerbau, Para Suami di Rantau Panjang Uji Nyali,

Rabu, 07 April 2021 - 15:22:24 WIB - Dibaca: 3881 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Cerita Rakyat Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Adat Mamantai Kerbau, berlokasi Muho Danau, Kelurahan Dusun Baru itu sangat di nanti-nanti masyarakat Rantau Panjang khususnya.

Ngembira pun berdatangan, dari masyarakat Rantau Panjang, Mamantai adat itu membuat masyarakat setempat sibuk melakukan kegiatan membeli baju kuhung dan memasak kue Mamantai.

Bantai adat itu yang dilakukan umat Muslim, Rantau Panjang, juga untuk menjalin kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi. 

Tapi jangan lupo Pulo bagi para - para suami di uji nyali untuk memperjuangkan harga diri. Cerita ini diangkat turun menurut dari anak cucu penduduk asli Rantau Panjang, Kecamatan Tabir.

Dalam cerita sehari sebelum bantai kerbau di mulai, penduduk setempat menyambut bulan suci Ramadhan mulai dengan kesibukan persiapan mencari lauk atau daging kerbau minimal 1 perkilo gram saat puncak datang.

Maka pertanggung jawaban bagi suami itu sangat lah nyata. Bahkan ceritanya jika tidak mampu untuk mengikuti acara bantai adat, ada kata-kata yang sangat bisa dikata terbilang "Menyeleneh" bagi para suami.

Betapa tidak, saat mereka duduk di warung kopi di "Balai" mereka bersama cerita bergurau atau serius belum diketahui.

Dari mereka katakan, jika tidak mampu membeli daging "ASO DADO BALAKI TAHUN KO" itu ucapan yang keluar dari para istri.

Jelasnya, para suami walau pun tidak mampun membeli 1 kilo, minimal setegah kilo pun tidak masalah asal ikut Mamantai kerbau.

Memantau Adat pun tinggal menghitung hari, menjelang pucak datang, Mamantai sebelumnya terus dilakukan hingga mencapai 70 ekor kerbau. Tapi sayang 2020 masyarakat setempat tidak bisa mengikuti tradisi adat Mamantai diakibatkan wabah penyakit covid-19 melanda negeri ini.

Namun tahun ini adat Mamantai Kerbau tetap dilakukan dengan cara sendiri Tampa melibatkan panatia, demi menjaga tradisi leluhur nenek moyang dahulu kala.

Untuk kegiatan Mamantai itu diperkirakan sekitar Sabtu subuh pukul 03.30 WIB. Secara serentak menyemlih kerbau di tanah adat. Sekitar pukul itu para suami pun sibuk untuk mengambil daging yang sudah masuk buku "Terrdaftar Dalam Kelompok".

Terpantau dari cerita Ahmadi, mengatakan 6 hari sebelum hari H tiba. reputasi seorang suami di pertaruhkan untuk membeli 1 kg daging kerbau, jika tak sesuai dengan yang di harapkan istri, maka keluar lah kata2 yang agak nyeleneh. "Aso dado balaki taun ko", " ungkap Ahmadi cerita ini terus menurun

Cerita ini berbagai sumber dari dua kelurahan penduduk Dusun Baru, Kampung Baruh.

Penulis Kholil King





BERITA BERIKUTNYA