JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Mamantai kerbau, Dusun Muho Danau Kelurahan Dusun Baru Kecamatan Tabir, Merangin habiskan Rp 1,4 Miliar satu saat puncak tiba.
Terpantau awak media di lokasi bantai, tampak kerbau diikat sebelum disembelihkan di tanah adat itu.
Untuk mendapatkan daging segar pun tergolong sulit jika tidak masuk buku ( Daftra Kelompok), di ranah Mamantai.
Hal itu diungkapkan Tokoh Masyarakat Rantau Panjang Tabir, Fuadi yang cukup vokal ini, mengatakan adat Mamantai ini cukup lah sakral bagi masyarakat setempat.
"Mamantai kerbau di Rantau Panjang Tabir menghabiskan dana berkisar Rp 1,4 Miliar dari daging 10 ton, " ungkap Fuadi Sabtu (10/4/2021).
Menurut Fuadi, Mamantai kerbau Rantau Panjang selama sangat dinantikan masyarakat, karena sebelumnya sempat terhenti dari wabah covid-19.
"Untuk panatia tidak digunakan tahun ini, Mamantai kerbau juga adalah inisiatif masyarakat setempat, mengingat adanya kejadian aneh yang dipercayakan masyarakat setempat, " jelas Fuadi. (Lan)
Hadiri Peletakan Batu Pertama Gedung Perpustakaan Daerah, Ini Harapan Bupati MFA
Sambut Bulan Suci Ramadan, PDAM Tirta Muaro Jambi Maksimalkan Pelayanan 24 Jam
Bupati Batanghari Serahkan Ratusan Paket Sembako di BKAD Muara Bulian
Kemenag Sarolangun Bolehkan Salat Tarawih dan Buka Bersama Asal dengan Protokol Covid-19 Ketat