Waktu Nyalon Pernah Dorong Mobil, Warga Lubuk Mandarsah: Apa kabar Pak Al- Haris

Senin, 19 Juli 2021 - 16:48:32 WIB - Dibaca: 1658 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Karena berstatus jalan Nasional, Pemblokiran jalan lintas Simpang Niam- Lubuk Mandarsah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo oleh warga beberapa waktu yang lalu, tentunya ada kaitannya dengan Pemerintah Provinsi Jambi dalam hal pemeliharaan dan pengawasannya.

Aksi warga tersebut merupakan salah satu buntut dari kondisi jalan Simpang Niam- Lubuk Mandarsah yang tidak baik, berlumpur di musim hujan dan berdebu di musim panas, dan selama ini terkesan luput dari perhatian Pemerintah.

Andai saja ada perhatian Pemprov Jambi dalam hal ini adalah Gubernur Jambi untuk menganggarkan peningkatan jalan Simpang Niam- Lubuk Mandarsah, permasalahan pemblokiran jalan itu tidak akan terjadi. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang warga Desa Lubuk Mandarsah, Dedi kepada jambiprima.com, Senin (19/7/2021).

" Sekarang Gubernur Jambi adalah Al- Haris, dulu waktu Kampanye beliau pernah mendorong mobil warga yang kepater dijalan Simpang Niam- Lubuk Mandarsah, sekarang apa kabar Pak Al- Haris," tanyanya.

Dikatakan Dedi, dulu waktu masih nyalon Gubernur, saat sosialisasi disalah satu rumah warga, dia juga pernah berjanji akan memperbaiki jalan Simpang Niam- Lubuk Mandarsah jika nantinya terpilih menjadi Gubernur Jambi.

" Dulu Al- Haris Pernah janji akan memperbaiki jalan Simpang Niam- Lubuk Mandarsah jika terpilih, janji adalah hutang yang harus ditepati," katanya.

" Semoga saja beliau ( Gubernur Al- Haris) tidak lupa dengan janjinya untuk peningkatan jalan Simpang Niam- Lubuk Mandarsah. Terserah mau di aspal atau dicor beton, yang penting kami tidak menghirup debu di musim kemarau, dan main lumpur di musim hujan," imbuh Dedi.

Dia juga menuturkan, poros jalan simpang niam- lubuk bukan hanya sebagai jalan akses warga untuk mengeluarkan hasil pertanian dan perkebunan, tapi juga untuk anak- anak sekolah.

" Jalan itu juga adalah akses anak- anak pulang pergi sekolah. Sudah sering terjadi kecelakaan karena Kondisi jalan yang licin akibat hujan. Musim kemarau pun juga berbahaya, karena ketebalan debu jalan bisa menghambat jarak pandang pengendara. Belum lagi dampak kesehatannya, tiap hari pengendara dan penduduk disekitar jalan menghirup debu, apa tidak hancur itu paru- paru kalau menghirup debu terus- terusan," pungkas Dedi.

Diberitakan sebelumnya disejumlah media, Al Haris, calon gubernur Jambi nomor urut 3 terus turun melihat lebih dekat kondisi masyarakat hingga ke pelosok- pelosok desa, meski harus melalui jalan licin berlumpur.

Seperti saat Al- Haris blusukan ke dusun Kelapa Kembar, Desa Lubuk Madrasah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Sabtu (07/11/2020) malam.

Al- Haris yang didampingi sejumlah Tim Pemenangan dan Tim Koalisi Partai Haris- Sani Tebo harus melewati jalan licin dan berlumpur.

Bahkan ditengah perjalanan menuju dusun Kelapa Kembar, Al Haris ikut turun mendorong mobil warga yang tidak bisa bergerak karena masuk kubangan.

Calon gubernur yang berpasangan dengan Abdullah Sani di Pilgub Jambi 2020 ini harus merelakan baju koko putihnya kena percikan lumpur.

“ Tidak kami sangka ada calon gubernur mau kesini (Ke dusun Kelapa Kembar). Jalan susah, sinyal tidak ada,” kata warga saat silahturahmi dengan Al Haris. (*)





BERITA BERIKUTNYA