Fasha Berencana Tawarkan Rusun ke Warga Perumahan Kembar Lestari

Kamis, 10 Maret 2022 - 10:50:52 WIB - Dibaca: 2986 kali

Banjir di perumahan kembar lestari.  (Foto: istimewa)
Banjir di perumahan kembar lestari. (Foto: istimewa) ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI- Wakil Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan, salah satu isu pembangunan yang menjadi fokus pemerintah Kota Jambi tahun depan adalah mengenai kemacetan dan banjir. Oleh karena itu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program penanggulagan persoalan tersebut.

"Dalam menangani masalah banjir itu, harus terintegrasi. Artinya satu titik penyebab banjir itu harus ditangani sampai tuntas. Kerjasama dengan PUPR Provinsi dan BWSS VI," kata Maulana saat membuka Forum Konsultasi Publik RKPD Awal 2023 lalu.

Dia mencontohkan, seperti saluran Makalam yang saat ini tengah ditangani oleh BWSS VI, dilakukan pengerukan tembus hingga pintu air Sungai Asam. 

"Saluran lain seperti di Kembar Lestari dan wilayah lain masih ada beberapa titik. Nanti penyelesaian harus terintegrasi dan tuntas. Dulu kita bikin drainase sana sini, tidak sampai ujung, banjirnya tetap merata. Kita berharap penanganan banjir di Jambi Timur sudah selesai dengan adanya pintu air sungai tembuku, Danau Sipin dan Sungai Asam nanti juga kita perbaiki pintu airnya," katanya.

Berbicara soal Kembar Lestari, Maulana mengatakan perumahan tersebut dibangun di atas kondisi geografi yang rendah. Sehingga saat hujan tiba kerap terjadi banjir di wilayah tersebut. 

"Pemerintah akan mengupayakan masyarakat yang berada di titik paling rendah, dekat dengan aliran sungai itu, kemudian tanahnya kita ambil, satu kawasan akan kita bikin blok susun (rumah susun/vertikal), kemudian sisa tanahnya jadi embung atau RTH, bisa jadi tempat wisata. Jadi ini juga menumbuhkan ekonomi baru, lalu warga yang selama ini kebanjiran bisa direlokasi di rumah susun," katanya.

Maulana mengatakan saat ini Pemerintah Kota Jambi telah selektif dalam memberikan izin pembangunan Perumahan. Sehingga tidak menimbulkan permasalahan untuk kedepannya.

"Jadi jangan sampai kita menangani satu titik banjir tetapi di titik lain justru banjir," katanya.

Sementara itu mengenai kemacetan, Maulana mengatakan pemerintah akan terus melebarkan jalan dengan pedestrian. Sehingga selain berdampak pada pelebaran jalan, juga bisa menimbulkan dampak ekonomi.

"Seperti kita lihat di kawasan Sumantri Brojonegoro dan juga Sudirman, itu sekarang sudah kita lebarkan, di sana kalau malam sangat ramai sekali digunakan untuk pelaku UMKM. Kita harap kedepan konsep pelebaran itu seperti itu," katanya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Jambi, Doni Iskandar mengatakan sangat mendukung upaya penanganan banjir di Kembar Lestari. 

"Pemkot bisa merelokasi dan lahan yang saat ini digunakan untuk perumahan itu bisa dijadikan embung atau kolam retensi," katanya. (CR01)





BERITA BERIKUTNYA