Pemkot Jambi Siapkan Dana BTT Rp6,7 Miliar, Siap Intervensi Pasar

Selasa, 30 Agustus 2022 - 08:25:35 WIB - Dibaca: 1307 kali

Wali Kota Jambi, Syarif Fasha
Wali Kota Jambi, Syarif Fasha (Foto: Ahmad )

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI- Harga telur ayam di Kota Jambi merangkak naik. Saat ini per karpet harga telur broiler tembus Rp51 ribuan. Bahkan ada yang sampai Rp60 ribuan per karpetnya.

Menanggapi kenaikan harga telor itu, Sekda Kota Jambi yang juga Ketua TPID Kota Jambi, Ridwan mengatakan bahwa para bupati/wali kota se Provinsi Jambi telah melakukan rapat langsung dengan Mendagri dan juga Gubernur Jambi. Pemerintah diharapkan mampu menekan harga bahan pokok agar tidak menyebabkan inflasi. 

"Ada beberapa item memang yang mengalami kenaikan. Pemerintah diharapkan bisa menjaga iklim ekonomi tetap kondusif, termasuk juga dukungan anggaran dan lainnya. Kemarin cabai memang menjadi perhatian karena mengalami kenaikan yang signifikan, tapi sekarang sudah turun," kata Ridwan, Senin (29/8).

Kata dia, khusus komoditas telor, pihaknya terus melakukan pengawasan dan monitoring. "Kita akan lakukan sidak, dan ini akan kita awasi terus tiap minggunya, mulai dari angka kebutuhan hingga besaran kenaikan. Satgas dan Pangan dan TPID akan mengawasi terus," katanya.

Terpisah, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan berdasarkan rapat TPID secara nasional yang dipimpin Presiden RI, dapat ditarik kesimpulan pemerintah daerah dapat menggunakan dana biaya tak terduga (BTT) untuk menekan harga sembako atau melakukan operasi pasar. 

"Jadi kalau ada gejolak di pasaran, misalnya harga Bawang, Cabai, Beras termasuk telor naik. Kita bisa melihat akar masalahnya, apakah karena faktor transportasi, kalau iya, maka kita bisa subsidi transportasinya. Yang jelas kalau ada gejolak harga sembako, kita sudah siapkan dana BTT dan tersisa Rp6,7 miliar," jelasnya.

Kata Fasha, selama ini Pemda tidak berani menggunakan dana BTT untuk intervensi pasar (operasi pasar). Sebab, terganjal aturan.

"Tapi presiden sudah keluarkan instruksi, dan Mendagri juga sudah keluarkan edaran. Jadi kita bisa gunakan dana BTT untuk intervensi pasar, saat harga bergejolak tinggi," jelasnya. (Ahmad)





BERITA BERIKUTNYA