JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Pemkot Jambi terus mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mendaftarkan produknya ke e-katalog lokal. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Jambi, Maulana, Selasa (4/10).
Kata dia, upaya mendorong pelaku UMKM untuk mendaftar sebagai penyedia di e-katalog itu, merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) 2/2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk UMKM dan Koperasi. Sehingga, organisasi perangkat daerah (OPD) yang melakukan melakukan pengadaan barang/jasa diminta untuk mengakses e-katalog.
Menurutnya, dengan terdaftarnya pelaku UMKM Kota Jambi sebagai penyedia di e-katalog juga membuka peluang pangsa pasar yang lebih luas. Karena pembelian secara elektronik tersebut bisa diakses dari pemerintah daerah lainnya.
”Penyedia dan pembeli juga langsung transaksi di aplikasi e-katalog, sehingga tidak melalui pihak lain. Jadi uang APBD kita tidak lari ke daerah lain, harus beredar di Kota Jambi,” jelasnya.
Pemkot Jambi kata Maulana, bersedia membantu para pelaku UMKM agar segera masuk kedalam e-katalog lokal.
"Kami akan terus melakukan pendampingan, dan memberikan konsultasi dan juga bersedia diundang ke lapangan dalam rangka meningkatkan jumlah pelaku usaha yang terdaftar di e-katalog," ungkapnya.
Menurut dia, total sudah ada 14 UMKM lokal (Kota Jambi) yang masuk ke e-katalog. Semuanya di dominasi oleh UMKM yang bergerak pada usaha makanan dan minuman serta penyedia Alat Tulis Kantor (ATK).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi, Fahmi mengatakan, pihaknya telah banyak memberikan pelayanan pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada para pelaku UMKM.
"Kami dari sisi kemudahan perizinan terus melakukan sosialisasi supaya mereka bisa mendapatkan perizinan, sehingga bisa mendapat akses pasar yang luas," katanya.
Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Kota Jambi, Jasrul mengatakan, beberapa kebutuhan belanja daerah harusnya bisa dipenuhi dari produk lokal. Seperti penyediaan meubelair sekolah. Selama ini, bangku sekolah, baik meja dan kursi itu dibeli melalui e-katalog, dan produk dari luar daerah.
"Padahal di Kota Jambi ini banyak pengrajin, dan kualitasnya bisa dilihat dan lebih bagus. Kita harap kedepan itu bisa diberdayakan," pungkasnya. (Ahmad)
Peduli Ponpes dan Rumah Tahfiz, Forwari Kerinci -Sungaipenuh Bagikan Al Quran
Pemkot Jambi Tetapkan Keadaan Darurat Sosial Aktivitas Geng Motor
Tidak Memenuhi Keterwakilan Perempuan, 12 Kecamatan Diperpanjang Pendaftaran Panwascam
Mella Indra: Tidak Ada Alasan Tidak Layak Lolos UGG Bagi Geopark Merangin
Sertakan Modal Dasar Rp10 Miliar, Siginjai Sakti Bakal Kelola Jasa Transportasi, Jaringan Gas, UPCA