JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Sebanyak 1.500 kendaraan di Kota bakal di uji emisi. Uji emisi mulai berlangsung Selasa (18/10). Uji emisi dilakukan sebagai salah satu upaya mengendalikan tingkat polusi udara.
Wakil Walikota Jambi Maulana mengatakan, dengan adanya uji emisi, dapat diketahui seberapa besar pengaruhnya terhadap pencemaran udara.
“Mengukur kualitas udara melalui uji emisi,” kata Mulana, yang juga melkaukan uji emisi pada kendaraan dinasnya.
Uji emisi 2022 ini menargetkan 1500-2000 kendaraan untuk diperiksa kualitas gas buangnya. Kata Mulana, ini program sangat baik untuk menjaga kualitas udara di Kota Jambi.
“Sebagia urban city saat ini penambahan jumlah kendaraan terus meningkat, ditambah lagi dengan kendaraan pertambangan yang juga meningkat. Sehingga ada resiko peningkatan hasil buang gas emisi yang mencemari udara,” ungkap Maulana.
Kata dia, pihaknya juga berharap ada kebijakan strategis yang mengatur tentang transportasi pertambangan, batu bara misalnya. Pembatasan masa usia kendaraan tidak boleh lebih dari 10 tahun yaitu batas 2013.
“Jika lebih dari itu agar di remajakan. Tidak boleh beroperasi karena ini mempengaruhi polusi udara kita,” imbuhnya.
Begitu juga ke depan sebut Maulana, pihaknya memikirkan tentang green public transportasion yang dulu pernah digagas, namun terkendala karena saat covid.
“Dua tahun operasional terganggu, kedepan akan kita pikirkan lagi minimal untuk anak sekolah,” ujarnya.
Lanjut Maulana, secara simultan masyarakat kita ajak mencintai gaya hidup menggunakan kendaraan yang tidak mencemari lingkungan termasuk budaya bersepeda dan lainnya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Ardi menyebutkan, pihaknya menargetkan 1.500 kendaraan di kota Jambi dilakukan uji emisi. Uji emisi akan dilakukan tiga hari.
Dengan uji emisi pula, pemilik kendaraan akan mengetahui, apakah kondisi mesin mereka baik atau memang butuh perawatan. Termasuk pemakaian bahan bakar yang dipilih.
“Saat ini gas buang kendaraan bermotor untuk Kota Jambi belum begitu berpengaruh seperti di kota metropolitan. Karena di Kota Jambi masih banyak tanaman tumbuh untuk menyerap gas buang yang ada,” jelasnya.
Namun pada beberapa titik tertentu, gas buang sangat meningkatkan kualitas udara di Kota Jambi. Misalnya pada saat jam pergi kerja atau pulang kerja, banyak kendaraan bermotor yang keluar sehingga mempengaruhi kualitas udara. (Ahmad)
Bupati Apresiasi Capaian Seorang Kafilah Tanjab Barat di MTQ Nasional
Ditutup Sekda, Gebyar Semarak Tebo Mengedukasi, Oni: Terima Kasih Pemkab Tebo
Kapolsek Bangko Beri Motivasi Kepada Siswa Agar Saling Menghargai
Enceng Gondok Menumpuk di Danau Sipin, Pelaku Usaha Perahu Mesin Hanya 2 Kali Beroperasi Per Bulan