PERSOALAN inflasi menjadi persoalan penting yang harus diselesaikan, melihat fakta bahwa inflasi Kota Jambi adalah nomor satu terbesar di Indonesia. Nyatanya Kemacetan truk angkutan batubara dinilai menjadi salah satu penyumbang terbesar terjadinya peningkatan inflasi di Provinsi Jambi, karena menghambat kelancaran kendaraan pengangkut pasokan kebutuhan pokok.
Pengamat ekonomi dari Universitas Batanghari, Pantun Bukit, menilai terganggunya distribusi, khususnya bahan pangan, akibat kemacetan panjang angkutan batubara di jalan-jalan publik telah mengganggu pasokan dan menambah tinggi harga komoditas di pasar. Jika dibiarkan tanpa solusi, persoalan itu akan makin memperparah inflasi Jambi. Oleh karena itu, perlu ada pemisahan jalur distribusi komoditas pangan dan komoditas industri ekstraktif.
Bagi warga kabupaten Batanghari, Kota dan Muaro Jambi angkutan Batubara telah menimbulkan Kemacetan yang terjadi di sepanjang ruas jalan, mulai dari Mandi Angin, Koto Boyo, Tembesi, Sei Duren, Mendalo, lingkar selatan, Selincah, ataupun jalur Tempino ke Kota Jambi.
Kemacetan ini berpengaruh pada ekonomi masyarakat yang tentunya berdampak pada pengurangan penghasilan dan penurunan manfaat ekonomi bagi pekerja yang bekerja di sepanjang jalur batubara tersebut.
Kerugian yang paling dirasakan para pengendara mobil adalah kerugian dari pemborosan bahan bakar akibat dari peningkatan pembelian bahan bakar minyak (BBM), penurunan produktivitas berupa waktu yang terbuang akibat kemacetan.
Selain itu, kemacetan lalu-lintas juga menimbulkan kerugian nilai ekonomi akibat penurunan kondisi kesehatan, sehingga menimbulkan biaya dalam bentuk biaya pengobatan, serta kerugian nilai tekanan psikologis karena kemacetan.
Sampai saat ini, jalan-jalan publik macet parah karena dipenuhi iring-iringan truk batubara. Distribusi bahan makanan terganggu. ”Kualitasnya jadi menurun dan harganya jadi lebih mahal karena ongkos distribusi membengkak,” kata Pantun, Jumat (19/8/2022).
Tomat, cabai, dan juga bawang merah yang dipasok dari luar kota bahkan luar provinsi sering kali dihadang oleh kemacetan yang terjadi akibat truk batubara. Sehingga banyak penjual yang mengeluh karena barang yang mereka bawa susut 15%. Mau tidak mau mereka akan menaikkan lagi harganya untuk mengatasi penyusutan.
Masalah inilah yang memicu inflasi parah di Jambi. Terganggunya distribusi akibat kemacetan panjang truk batubara di jalan-jalan publik telah mengganggu pasokan dan menambah tinggi harga komoditas di pasar. (*)