JAMBIPRIMA.COM,KERINCI - Aktivitas Gunung Kerinci, setiap harinya selalu mengeluarkan abu Vulkanik, bahkan saat ini Kamis (27/10) sudah memasuki hari ke 10, Gunung Kerinci masih mengeluarkan asap tebal warna kehitaman atau abu vulkanik.
Meningkatnya aktivitas Gunung Kerinci tersebut, mengharuskan masyarakat yang berada di kaki Gunung Kerinci, untuk menggunakan masker. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci telah menyampaikan masyarakat yang berada di radius berbahaya untuk menggunakan Masker.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kerinci, Askar Jaya. Saat dikonfirmasi mengatakan bahwa saat aktivitas Gunung Kerinci mengalami peningkatan, sehingga warga diminta untuk menggunakan masker. "Ya, Dari BPBD sudah mewajibkan masyarakat yang berada di radius berbahaya untuk mengunakan masker," ujarnya.
Ditanya mengenai pencemaran udara, akibat abu vulkanik Gunung Kerinci, Askar mengatakan pihaknya belum menerima hasil uji laboratorium dari tim pusat, mereka melakukan pantauan dan setiap semester ada laporannya."Kerinci belum mempunyai laboratorium pengujian udara, kalau sudah ada kami rekomendasikan ke tim teknis," tutupnya.
Kabid Yankes Dinkes Kerinci Siregar dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah menyampaikan surat secara tertulis ke tiga puskesmas di Kayu Aro agar tetap siaga dan menyampaikan ke masyarakat untuk mengunakan masker yang basah. Hal ini untuk menghindari terjadi udara yang bisa menyebabkan penyakit gangguan pernapasan atau (ISPA).
Meskipun sampai saat ini belum ada laporan dari tiga puskesmas tersebut mengatakan belum ada warga yang terkena dampak gangguan pernapasan.
"Kalau laporan dari Tiga puskesmas di kayu Aro belum ada warga yang kena ispa. Tapi kita minta tetap siaga, dan menyuruh warga pakai masker basah agar aman dari udara, terutama yang tinggal dekat gunung Kerinci, "Katanya.
Sementara itu, dari pantauan Pos TNKS R 10 Gunung Kerinci, pada Kamis (27/10) pagi masih terlihat aktivitas Gunung Kerinci mengeluarkan asap hitam pekat kecoklatan. "Infomasi terkini Gunung Kerinci masih mengeluarkan asap hitam pekat. Asapnya mengarah ke Timur Laut,"kata Dudung Petugas TNKS di Pos R 10.(Bdu)