Oleh: Jessica T.N (Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Jambi)

Rusia Memerangi Ukraina Karena Membahayakan Geopolitik Rusia

Rabu, 02 November 2022 - 17:38:05 WIB - Dibaca: 2510 kali

(Istimewa )

 

Konflik antara Rusia dan Ukraina telah terjadi sejak 24 Februari 2022 dan hingga saat ini peperangan terus terjadi. Perang ini terjadi setelah ketegangan yang kian meningkat selama berbulan-bulan antara kedua negara. Sampai saat ini, peperangan antara kedua negara tersebut masih belum menemukan tiik penyelesainnya. 

Presiden Rusia Vladimir Putin berulang kali mengklaim bahwa Rusia dan Ukraina adalah satu bagian dari peradaban Rusia, yang juga mencakup Belarusia. Namun klaim itu dibantah oleh Ukraina. Kemudian Ukraina melakukan revolusi selama dua kali, yakni pada tahun 2005 dan 2014, yang menolak supremasi Rusia. Ukraina juga terus mencari jalan agar dapat bergabung Uni Eropa dan NATO dan hal ini lah yang menyebabkan Rusia merasa terancama keamanannya secara geopolitik maupun territorial dari invasi NATO dan Uni Eropa.

Isu serangan bergulir sejak November 2021. Sebuah citra satelit menunjukkan penumpukan baru pasukan Rusia di perbatasan dengan Ukraina. Moskow diyakini Barat memobilisasi 100.000 tentara bersama dengan tank dan perangkat keras militer lainnya. Intelijen Barat menyebut Rusia akan menyerang Ukraina.

Pada bulan Desember, pemimpin dunia seperti Presiden AS Joe Biden memperingatkan Rusia tentang sanksi ekonomi Barat jika menyerang Ukraina karena laporan yang semakin intens soal militer di perbatasan. Sejumlah pemimpin Eropa seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga "turun gunung" menginisiasi negosiasi antara keduanya.

Di sisi lain, Rusia juga mulai melakukan latihan militer besar-besaran sejak awal Januari 2022. Semua angkatan laut dikerahkan. Latihan ini juga dilakukan di darat. Rusia bekerja sama dengan Belarusia, tetangga dekat sekaligus sekutunya.

Rusia membantah akan menyerang kala itu. Namun negeri Putin mengajukan tuntutan keamanan yang terperinci kepada Barat.

e dan Ukraina. Rusia meminta aliansi tersebut untuk tidak pernah menerima Ukraina atau negara-negara bekas Soviet lainnya sebagai anggota.

Rusia pun menolak keras langkah tersebut dan meminta Ukraina untuk 'tak pernah bergabung dengan NATO atau North Atlantic Treaty Organization, yang di awal pendiriannya memang bertujuan melawan ancaman ekspansi Rusia pascaperang di Eropa. Putin sangat marah dengan prospek pangkalan NATO di sebelah perbatasannya dan mengatakan bergabungnya Ukraina dengan aliansi transatlantik pimpinan AS akan menandai perlintasan garis merah antar keduanya.

Alasan Rusia menginvasi Ukraina adalah letak geopolitik yang dimiliki oleh Ukraina sangat strategis untuk memperluas pengaruh ke Eropa Timur. Salah satu faktor yang membuat Ukraina memiliki letak geopolitik yang strategis adalah Ukraina dapat bergabung dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO). Apabila bergabung dengan NATO, dalam perjanjian NATO disebutkan bahwa apabila ada serangan pada salah satu atau lebih negara NATO, maka akan dianggap menyerang seluruh negara yang menjadi member dari NATO. Member NATO sampai saat ini  berjumlah 30 negara, termasuk Perancis, Jerman, Itali, Inggris, dan Amerika Serikat.

Namun, sampai saat ini maupun dalam waktu dekat Ukraina kemungkinan besar belum akan bergabung dengan NATO. Fakta tersebut yang sedang dimanfaatkan oleh Rusia untuk menginvasi Ukraina. Rusia mengganggap invasi Ukraina adalah sebagai bentuk penjagaan keamanan nasional.***





BERITA BERIKUTNYA