Fasha Perintahkan Inspektorat Periksa Oknum Guru

Selasa, 08 November 2022 - 10:38:37 WIB - Dibaca: 1241 kali

Suasana SMPN 26 Kota Jambi pasca kejadian pengguntingan baju dan dugaan penamparan siswa.
Suasana SMPN 26 Kota Jambi pasca kejadian pengguntingan baju dan dugaan penamparan siswa. (Foto: jambiprima.com/Ahmad )

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengaku sudah memerintahkan Inspektorat untuk memeriksa oknum guru yang diduga melakukan kekerasan terhadap siswa. 

Diketahui, aksi ini terjadi di beberapa sekolah. Seperti aksi penamparan siswa di SMPN 2 Kota Jambi, serta aksi pengguntingan baju dan penamparan siswa di SMPN 26 Kota Jambi.

Di hadapan sejumlah awak media, Senin (7/11), Fasha mengaku sudah mendapatkan laporan perihal tersebut. Termasuk laporan mengenai adanya perdamaian di antara kedua belah pihak yang terlibat.

“Seyogyanya (guru,red) tidak pantas melakukan itu (menampar,red). Meskipun katanya hanya menempel,” kata Fasha.

Menurutnya, ada cara lain untuk memberikan pembinaan terhadap siswa. Seperti ancaman nilai maupun peringatan terhadap siswa yang melakukan kesalahan.

“Saya sudah perintahkan Inspektorat untuk memeriksa yang bersangkutan (oknum guru,red). Minimal ada sanksi adminitrasi,” jelasnya.

“Minimal seperti penundaan kenaikan pangkat, ataupun penundaan kenaikan gaji atau lainnya, sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Sementara mengenai aksi pengguntingan baju siswa di SMPN 26 Kota Jambi, dirinya tak bermaksud membelas siapa pun. Yang jelas kata dia, hal ini juga perlu menjadi perhatian para orangtua siswa.

“Saya ingatkan juga orangtua, agar tidak cuek terhadap anak. Terkait kondisi seragam anak yang dicoret-coret,” jelasnya.

Disamping itu pula, dirinya sangat menyayangkan pihak sekolah (SMPN 26,red), dalam hal ini guru ASN maupun kepala sekolah, yang terkesan ada pembiaran terhadap siswa.

“Saya setuju dengan guru honorer yang melakukan itu, dia peduli. Ada yang PNS tapi tidak peduli, ini pelajaran juga bagi orang tua,” teragnnya.

“Caranya mungkin ekstrem, tapi benar. Ini mengingatkan juga para wali kelas, jangan hanya absen doang tapi tidak melihat kondisi para siswa,” tegas Fasha.

Sebelumnya, sejumlah siswa maupun siswi di SMPN 26 Kota Jambi, saat ini masih merasa was-was, terkait ulah oknum guru berinisial DN.

Di mana, DN diketahui menggunting baju dan sempat menampar beberapa siswa. Hal ini juga diakui oleh sejumlah siswa. 

"Kami waktu itu pakai baju Abang, cuma udah bercoret. Jadi digunting di bagian punggung besar," kata seorang siswa, AL. 

Bahkan kata AL dan teman-temannya, si oknum guru berinisial DN itu tak lagi memberikan peringatan atau menegur terlebih dahulu.

"Tidak diberi tahu dulu. Baru datang langsung di gunting bajunya, gunting rambut juga," timpal siswa lainnya.

Sementara perihal penamparan si guru terhadap siswa, AB siswa SMPN 26 Kota Jambi, menyebutkan ia dan beberapa temannya ditampar oleh si guru.

"Karena kami terlambat masuk kelas. Jadi kami dihukum. Saya bersihin galon air. Habis itu ditampar, lumayan kuat. Saya di tampar 1 kali dan teman saya 2 kali," beber AB.

Perihal sikap tak terpuji oknum guru SMPN 26 Kota Jambi, berinisial DN berusaha ditutupi oleh pihak sekolah.

Disambangi sejumlah awak media, pihak sekolah berdalih bahwa, oknum guru bersangkutan dan para orang tua siswa disebutkan telah berdamai.

"Masalah ini sudah selesai, juga sudah kita mediasi bersama orangtua yang bersangkutan," kata Waka Kurikulum SMPN 26 Kota Jambi, Elvayanti, Jumat 4 November 2022.

Disinggung mengenai adanya aksi pemotongan baju dan aksi penamparan siswa, lagi-lagi dirinya menegaskan bahwa masalah tersebut sudah selesai.

"Mohon maaf saya tidak punya kewenangan untuk menjawab lebih, sesuai arahan pak kepala sekolah," kata dia.

Dia pun terkesan membela si oknum guru berinisial DN, dengan menyebutkan bahwa, sang guru tak bersalah . "Sebenarnya sang guru tidak bersalah," timpalnya.

Termasuk yang berkaitan dengan aksi penamparan yang dilakukan si oknum guru berinisial DN. "Itu bukan penamparan seperti yang diberitakan, itu tidak benar," kata dia.

"Mohon maaf ya pak, kebetulan pak kepala sekolah sedang tidak ada di tempat," pungkasnya. (Ahmad)





BERITA BERIKUTNYA