Korban Dirawat di RS Bhayangkara, Waskita Karya Tanggung Biaya Pengobatan

Rabu, 09 November 2022 - 11:07:31 WIB - Dibaca: 1598 kali

Seorang pria bernama Herman (66) Warga yang jatuh di galian Sewerage System (Sistem Perpipaan Air Limbah), di Jalan Brigjen Katamso RT 12 Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Jambi Timur, saat ini masih dirawat RSUD Bhayangkara Kota Jambi.
Seorang pria bernama Herman (66) Warga yang jatuh di galian Sewerage System (Sistem Perpipaan Air Limbah), di Jalan Brigjen Katamso RT 12 Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Jambi Timur, saat ini masih dirawat RSUD Bhayangkara Kota Jambi. (Foto: jambiprima.com/Ahmad )

JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Seorang pria bernama Herman (66) Warga yang jatuh di galian Sewerage System (Sistem Perpipaan Air Limbah), di Jalan Brigjen Katamso RT 12 Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Jambi Timur, saat ini masih dirawat RSUD Bhayangkara Kota Jambi. Pria itu diketahui seorang Lansia dengan status KK tunggal (sebatang kara keluarganya di luar kota). Hal itu disampaikan oleh Camat Jambi Timur, Vif Fairi saat ditemui awak media, Selasa (8/11).

Kata Vif Fairi, lokasi persis kejadian berada di Jalan Brigjen Katamso Kelurahan Tanjung Pinang. 

"Berdasarkan saksi mata dilapangan bapak ini berhenti dari atas motor, lalu melihat ke galian. Mungkin terpleset, karena kalau dilihat umurnya memang sudah tua. Sudah diingatkan juga sama pekerja, karena mungkin penasaran, bapak ini tak mengindahkan. Karena posisinya azan magrib para pekerja istirahat, galian sudah ditutup dengan barrier," katanya.

Kata dia, selain warga yang terjatuh, pihaknya juga banyak mendapat keluhan berbagai macam dari masyarakat akibat proyek itu. Diantaranya adalah rumah -rumah warga yang mengalami keretakan, banjir, hingga sesak napas (ISPA) karena kondisi galian yang tidak ditutup. "Tapi semuanya sudah ditangani oleh PT Waskita selaku pelaksana proyek. Mereka bertanggungjawab, termasuk membayar biaya pemgobatan warga yang terjatuh tadi," jelasnya.

Sementara itu, Humas PT Waskita Karya, Anas mengatakan kejadian itu diluar dugannya. Sebab, kejadian itu terjadi pas istirahat azan magrib. 

"Kami bertanggungjawab sepenuhnya. Bapaknya dirawat sampai sembuh," katanya.

Anas menambahkan, pihaknya sudah menerapkan standar pekerjaan sesuai dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). "Pada sisi galian itu kami tutup, ada barrier, sehingga pengendara tetap bisa lewat. Jam kerja juga kami sesuaikan, sehingga tak ganggu masyarakat," katanya.

Mengenai komplain-komplain yang dilayangkan pada Waskita selama pekerjaan berlangsung, perusahaan BUMN itu mengaku akan bertanggungjawab.

"Semua kami bertanggungjawab, kalau ada kerusakan kami perbaiki," katanya.

Sementara keluhan mengenai jalan yang tak kunjung di aspal, pihaknya mengatakan jika proses pengaspalan menunggu volume tercukupi. "Kuota kita itu 100 ton, jadi kalau volumenya belum mencukupi, akan mubazir. Kami usahakan segera diaspal," katanya.

Anas mengatakan jika sesuai jadwal, proyek ini akan selesai pada Maret 2023. Saat ini progres pekerjaan baru 33, 34 persen. Pekerjaan saat ini baru sebatas membangun jaringan pipa induk. 

"Total dana yang digelontorkan untuk pembangunan ini senilai Rp256 miliar," jelasnya.

Terpisah, Petugas Faskel SLRT untuk urusan Dinas Sosial kelurahan Tanjung Pinang, Putra mengatakan korban masih di rawat inap di RS Bhayangkara ruang Bulian VI (lantai 3). Korban ini merupakan Lansia dengan status KK tunggal (sebatang kara keluarganya di luar kota). 

"Pihak Waskita beritikad baik untuk mengakomodasi perawatan medis korban atas nama pak Herman dan mengakomodasi makan/minum korban selama perawatan," katanya.

Sementara untuk luka yang dialami korban, tak seperti yang beredar di media sosial. Korban mengalami luka lecet di lengan, kaki dan kepala. 

"Luka di kaki ini udah ada sebelum kejadian kecelakaan pak, karena korban ada riwayat penyakit diabetes basah," pungkasnya.





BERITA BERIKUTNYA