JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Pemerintah Kota Jambi mencatat, sebanyak 50 ribu warga Kota Jambi masuk kategori miskin. Dari jumlah tersebut 6.500 diantaranya tercatat sebagai miskin ekstrim.
Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan pemerintah sudah berupaya untuk menurunkan angka itu. Berbagai program sudah digulirkan seperti bedah rumah, Kartu Jambi Bugar, program jaminan sosial yang diperuntukkan bagi warga tidak mampu. Selanjurnya juga ada Kartu Jambi Cerdas yang merupakan bantuan biaya pendidikan bagi warga tidak mampu.
"Kita juga kerjasama dengan PLN memasang instalasi listrik 450 watt. Yang jelas dalam menangani angka kemiskinan ekstrim ini kita punya data sendiri," kata Fasha.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Jambi, Suhendri mengatakan angka kemiskinan di Kota Jambi memang mengalami peningkatan. "Memang penurunnya tidak sesuai drngan RPJMD yang kita targetkan. Tapi ini kita maklumi karena Covid-19," kata Suhendri.
Dia berharap dengan adanya Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang dilakukan BPS tahun 2022 ini, bisa memberikan informasi by name by address tentang masyarakat yang dikategorikan miskin ekstrim.
"Data kita itu 1,02 persen masyarakat masuk kategori miskin ekstrim," pungkasnya. (Ahmad)
Ombudsman Jambi Dorong Penyelesaian Dugaan Kasus Kekerasan di Ponpes Muarojambi
Provinsi Jambi Berstatus Inflasi, Pemkab Tanjab Barat Lakukan Rehab Kantor Bupati
Pembahasan APBD Murni 2023, Abshor: Tak Menyentuh Masyarakat, Kami Coret
Jalan Puncak KM 27 Sungaipenuh-Tapan Longsor, Kemacetan Sampai 9 Jam
LSM Petisi Pertanyakan Laporannya Terkait Dugaan Korupsi Sejumlah Mega Proyek di Tanjab Barat