JAMBIPRIMA.COM, TANJABBAR - Diketahui sempat terjadi polemik antar Rekanan dan Warga, Proyek Peningkatan Jalan Sei. Lanjut Menuju Kantor Camat Tebing Tinggi yang memakan dana 3.464.400.000 APBD Tahun Anggaran 2022 kini menuai pertanyaan.
Pasalnya, Konsultan Pengawas CV. Aksara Konsultan saat dimintai keterangan seakan ingin menutup-nutupi Teknis kegiatan tersebut.
Ketika ditanyakan Volume dan bahan material yang telah dicantumkan pada Rencana Anggaran Belanja (RAB) atau Gambar kegiatan tersebut, Pihak Konsultan Pengawas seakan enggan menjawab.
"Lebar jalan 4.5
Drainase lebar 1 x 1 m," singkatnya
Namun berulang kali ketika ditanya melalui pesan WhatsAppnya Rabu, (16/11/2022) kemarin, ukuran Besi berapa yang tercantum didalam RAB dalam pekerjaan tersebut, akan tetapi Konsultan saat ini hanya menanggapi dengan mengirimkan dokumentasi pemasangan gorong-gorong yang disiapkan warga setempat untuk akses keluar masuk rumah.
Demikian juga Warga setempat yang enggan menyebutkan namanya merasa heran, pasalnya ia mengaku pernah tergabung dalam dunia Proyek. Ia merasa heran dengan penggunaan material Besi pada Drainase yang termasuk dalam kegiatan proyek tersebut.
"Saya pernah juga ikut main di proyek kayak gini, sepengetahuan saya mana boleh Drainase menggunakan besi segitu," cetusnya.
Perlu diketahui, UU KIP, atau UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik sangat penting sebagai landasan hukum yang berkaitan dengan pertama, hak setiap orang untuk memperoleh Informasi; kedua, kewajiban Badan Publik menyediakan dan melayani permintaan Informasi secara cepat, tepat waktu, biaya ringan / proporsional, dan cara sederhana; ketiga, pengecualian bersifat ketat dan terbatas; keempat, kewajiban Badan Publik untuk mernbenahi sistem dokumentasi dan pelayanan Informasi. (mr)
Jumlah Pendaftar PPPK Guru Masih Minim, Kemungkinan Tak Sesuai Kualifikasi
Seakan Tak Peduli Inflasi, Pemkab Tanjab Barat Beli 10 Mobil Dinas Baru
Jalan Kabupaten di 4 Desa Tanjungpauh Hilir Amblas Diterjang Banjir
Tuntut Kompensasi Proyek Pembangunan Jembatan Tak Kunjung Selesai
Rehab Kantor Bupati Saat Inflasi, Anwar Sadat: Kantornya Seperti Gudang