Oleh: Irgi Ahmad Maulana Ibrahim (Mahasiswa Ilmu Politik UNJA)

MANUVER POLITIK DIMULAI, JELANG PEMILU YANG MASIH 2 TAHUN LAGI

Kamis, 17 November 2022 - 22:54:56 WIB - Dibaca: 2181 kali

Irgi Ahmad Maulana Ibrahim
Irgi Ahmad Maulana Ibrahim (Dok Pribadi)

Pemilu merupakan suatu kegiatan pelaksanaan kedaulatan rakyat , dimana masyarakat melaksanakan kegiatan tersebut secara langsung , umum , bebas , rahasia , jujur , dan adil (LUBER dan JURDIL).

Di Indonesia sendiri pemilu dilakukan selama 4 tahun sekali , yang berarti 2 tahun lagi Indonesia akan melaksanakan kegiatan pemilihan umum serentak . Akan tetapi sudah terlihat bahwa manuver politik telah dimulai padahal pemilu masih 2 tahun lagi.

Manuver politik yang intens terlihat dari pertemuan pertemuan dari pemimpin partai , deklarasi dukungan , dan spekulasi nama-nama calon yang sudah mulai bermunculan naik ke permukaan.

Pemilihan presiden yang mendatang ini dikabarkan akan menjadi persaingan yang sangat sengit selain itu juga akan berpotensi memunculkan masalah-masalah yang akan terjadi .

Dilansir dari laman emedia.go.id  permasalahan yang akan dihadapi kedepan yaitu diantaranya terkait distribusi logistik pemilu , data pemilih , kapasitas dan beban kerja petugas KPPS yang terlalu tinggi  , data perhitungan suara , hingga terjadinya gugatan hasil pilpres , dan akan terjadi juga kesulitan dalam memilih yang dikarenakan terlalu banyak sekali surat suara yang akan dipilih nantinya seperti yang terjadi pada pemilu pada.

Pemilu tahun ini juga dihadapi kesulitan karena pemilu nanti diadakan masih di tengah-tengah covid pandemi , sehingga untuk pemilu 2024 ini persiapannya lebih banyak lagi . Mulai dari persiapan APD (Alat Pelindung Kesehatan) dan juga protokol kesehatan (Prokes).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri juga mengatakan bahwasannya tahapan pemilu ini sudah mulai berjalan , pada pemilu nanti juga berpotensi akan memunculkan potensi identitas hingga kampanye hitam.

Dikutip dari laman detik.com beliau juga mengatakan menurut dia , polarisasi dalam masyarakat juga akan menjadi ancaman pada masa depan . Oleh karena itu dia juga mengatakan harus dijaganya persatuan dan kesatuan agar stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat serta politik juga ikut terjaga . 

"Pemilu 2024 harus berkualitas, jangan mau terprovokasi dan terpolarisasi," Ujarnya. (*)





BERITA BERIKUTNYA