JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Sekretaris Daerah Kota Jambi, A Ridwan mengaku penggunaan kendaraan dinas listrik sesuai dengan instruksi presiden perlu dikaji lebih matang. Karena menurutnya, banyak hal yang perlu disiapkan terutama infrastruktur.
"Kita akan kaji lagi untuk kendaraan listrik, kendaraan ini kan punya kelebihan masing-masing," katanya.
Mengenai infrastruktur sarana prasarana, sebut Ridwan, harus disiapkan sebelum pembelian kendaraan listrik.
"Karena itu pakai baterai, perlu ada stasiun Pengisian lsitriknya," sebut Ridwan.
Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian kepada daerah yang sudah menggunakan kendaraan listrik.
"Akan kita kaji daerah mana yang sudah menggunakan, kendaraan listrik mungkin ada lebih dan kurangnya," kata Ridwan.
Sebelumnya Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik intruksi terkait mobil listrik untuk pejabat daerah nantinya.
Kata Fasha, Pemerintah Kota Jambi akan melakukan secara bertahap untuk penggunaan mobil dinas listrik tersebut.
"Karena harga mobil listrik ini cukup mahal dibanding mobil bahan bakar posil. Jauh perbedaan harganya, kami akan melakukan secara bertahap," kata Fasha.
Penggunaan kendaraan listrik sebagai mobil dinas pejabat tersebut, akan direalisasikan untuk tingkat pimpinan dahulu. Setelah itu nanti baru menyusul untuk tingkat pejabat paling bawah.
"Memang kita sangat membutuhkan banyak kendaraan dinas ini, termsuk roda duanya juga," sebut Fasha.
Kendaraan listrik ini bisa saja dimulai dari jabatan walikota, namun menurut Fasha, kondisi kendaraan dinasnya (walikota, red) saat ini masih baik dan bagus.
"Jika itu dimulai dari walikota, tapi mobil walikota masih bagus. Sayang, nanti mubazir," ungkapnya.
Fasha menyebutkan, kendaraan dinas listrik itu bisa saja mulai direalisasi 2023 mendatang, dengan mendahulukan untuk kendaraan dinas para kepala OPD.
"Bisa saja nanti untuk kepala OPD yang kendaraan dinas sudah berusia tua dulu, itu kita remajakan dengan mobil listrik," pungkasnya. (Ahmad)