Penanganan Genangan di Kawasan Pattimura Kota Jambi

Yunius: Masih Ada Spot yang Terputus

Jumat, 27 Januari 2023 - 10:29:18 WIB - Dibaca: 1891 kali

Pengerjaan saluran drainase di Jl Pattimura Kota Jambi.
Pengerjaan saluran drainase di Jl Pattimura Kota Jambi. (Foto: jambiprima.com/Ahmad )

JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Genangan jalan di Kota Jambi masih kerap terjadi saat hujan turun. Ada beberapa titik yang menjadi langganan genangan. Salah satunya di Jalan Pattimura.

Kini beberapa ruas di kawasan Jalan Pattimura yang sering terjadi genangan sudah ditangani. Penanganan dilakukan oleh Pemerintah Kota Jambi dan juga Pemerintah Provinsi Jambi.

Kepala Bidang Sumberdaya Air Dinas PUPR Kota Jambi, Yunius mengatan, ada titik genangan di Jalan Pattimura yang ditangani Pemerintah Provinis Jambi. Tepatnya di depan Swalayan Fresco.

Namun pekerjaan tersebut menurut Yunius tidak dilakukan secara tuntas, karena ada spot aliran air yang terputus.

"Kawasan Fresco sudah kelar dikerjakan provinsi, tapi ada yang belum maksimal, ada spot yang terputus," katanya.

Karena yang mengerjakan Pemerintah Provinsi sebut Yunius, pihaknya kembali meminta provinsi untuk melanjutkan pekerjaan tersebut.

"Kita minta dilanjutkan, untuk disambung jalur air yang terputus, supaya tidak tergenang di jalan," imbuhnya.

Yunius mengaku, memang ada beberapa titik genangan jalan terjadi saat turun hujan deras, seperti juga di Jalan Gajah Mada, tepatnya dekat asrama PM Jelutung.

"Itu kita tangani juga. Bertahap akan kita sentuh secara berlahan kedepan," ujarnya.

Yunius berharap, semoga dengan dilakukan penangan tersebut beriringan dengan maksimalnya fungsi pintu air sehingga genangan di sungai berkurang.

Sementara mengenai genangan jalan Pattimura di depan central fashion, sebut Yunius pihaknya sudah melakukan penanganan.

Disana persoalannya adalah genangan di jalan yang tidak pernah kering. Sehingga kondisi jalan terlihat kotor dan jorok. Penyebabnya air tidak mengalir ke saluran drainase karena sudah tertutup sedimentasi.

Penanganan yang dilakukan kata Yunius, membersihkan saluran air yang ada, dan membuat jalan aliran air mauk ke drainase.

"Sekarang sudah 80 persen. Panjang yang kita kerjakan lebih kurang 400 meter. Pekerjaan insidentil. Memakan anggaran kurang Rp 200 juta," ujarnya.

Yunius mengaku, jalan tersebut bukanlah aset milik Pemerintah Kota Jambi, namun keluhan dari masyarakat terus masuk ke Pemkot Jambi.

"Itu bukan aset kita juga, kita akan melapor pada pemilik aset, supaya tidak ada kesimpangsiuran aset. Harusnya mereka (pemilik aset) sudah bertindak, tapi sampai hari ini juga belum ada," pungkasnya.





BERITA BERIKUTNYA