JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Diera teknologi sekarang ini, sistem pembelajaran harus setara dengan sistem digital yang terus berkembang.
Hadirnya Platform Merdeka Belajar atau PPM ini, mejadi salahsatu bentuk bantuan belajar mendiri bagi tenaga pengajar.
Sebab, platform ini memberikan kemudahan dalam penggunaannya dengan fitur-fitur yang sederhana.
Bahkan platform ini juga menyediakan berbagai konten berkualitas yang mengakomodir kebutuhan belajar para penggunanya.

Dilengkapi dengan fitur uji pemahaman serta implementasi konsepnya dalam praktik menjadi aksi nyata dan bermanfaat secara lebih luas.
PMM juga hadir untuk menjawab berbagai keraguan dan miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).
Di antaranya adalah bahwa tidak benar bila tanpa ada narasumber, sekolah dan guru tidak dapat belajar mendalami kurikulum merdeka.
Justru hadirnya PMM ini, memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk belajar mandiri dan secara kolaboratif di komunitas belajar sekolah, yang tempat ternyaman untuk saling sharing dan berbagi praktik baik.
PMO dan Koordinator Dinas Pendidikan Kabupaten Tebo Jaka Suyana mengatakan pemantauan PMM ini dilaksanakan dengan tujuan untuk pemantauan di sekolah-sekolah yang sudah menerapkan platform kurikulum merdeka ini atau belum.
"Alhamdulillah Kabupaten Tebo Sudah mencapai 99 persen melaksanakan untuk pencapaian PMM," ujarnya saat melakukan pemantauan di SMPN 25 Kabupaten Tebo.
Dirinya berharap, dengan kurikulum merdeka dapat menjawab semua kebutuhan siswa yang selama ini dibutuhkan peserta didik. (San)
Kurangnya Tanggung Jawab Pemimpin Kabupaten Tanjab Barat Terhadap Keindahan Kota Kabupaten
Ngadu, Masyarakat dari 7 Desa Tunggu Kedatangan Anggota DPRD Merangin
Kecewa dengan Pelayanan RSI Arafah, Keluarga Pasien Minta Pemerintah Tutup RS Arafah
JCC Bakal Diambil Alih Pemodal, Pemkot Jambi Akan Rubah Adendum
Sopir Angkutan Batubara Terancam Denda Rp50 Juta dan Denda 6 Bulan Penjara
Diduga Kades Tanah Garo Jual Tanah Warga Merangin ke PT APN Rp1 Miliar