JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Sebanyak 200 ribu KTP perlu pembaharuan karena adanya pemekaran kelurahan. Akan tetapi, tahun ini anggaran APBD Kota Jambi hanya tersedia untuk mencetak 100 ribu KTP.
Kadis Dukcapil Kota Jambi, Nirwan mengatakan ada sekitar 74 ribu Kartu Keluarga (KK) dan 200 ribu Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang perlu perubahan setelah pemekaran kelurahan.
Saat ini kata dia, pengurusan perubahan adminduk terus berlanjut. Kini sudah berjalan sekitar tiga pekan. Cepatnya perubahan adminduk tersebut, karena Disdukcapil membuka layanan kolektif.
"Tapi untuk yang kolekti baru KK dulu. KTP belum bisa kolektif," kata Nirwan, Minggu (5/3).
Kata Nirwan ada sebanyak 200 ribu KTP yang perlu pembaruan karena pemekaran kelurahan ini.
"Kemampuan kita untuk KTP masih terbatas, jadi betahap. Mudah-mudahan pada APBDP mendatang kita dapat tambahan anggaran untuk ribbon (tinta) pencetakan KTP, sehingga bisa lebih maksimal dan bisa dilakukan pencetakan kolektif," imbuhnya.
Dia menyebutkan, untuk kepengurusan KK kolektif, dalam sehari ada sekitar 600 KK yang diterbitkan.
"Total saat ini sudah lebih 10 ribu KK yang diperbarui," katanya.
Selain kolektif, penebitan KK rutin yang mengurus secara individu juga per harinya sekitar 600 KK.
"Target kita sebelum 2024 ini selesai untuk data kelurahan pemekaran," sebutnya.
Untuk blangko KTP sebut Nirwan saat ini masih tersedia sebanyak 7000, kemudian setiap minggu pihaknya mendapat tambahan 2000 blangko dari provinsi.
"Dari pusat kita akan ambil juga sebanyak 6000 blangko," ujarnya.
Selain kepengurusan di kantor pelayanan Dukcapil sebut Nirwan, pihaknya juga turun langsung ke lapangan, untuk pembaruan adminduk masyarakat kelurahan pemekaran.
"Setiap Sabtu turun ke masyarakat untuk melakukan pelayanan jemput bola," pungkasnya.
Suplai Ikan Terganggu, Fasha : Kami Siapkan Dana BTT Antisipasi Lonjakan Harga
Ketua DPRD Tanjab Barat Himbau Masyarakat Turut Sukseskan Pemilu 2024
Soal Tanah Warga Diserobot PT APN, Pj Bupati Tebo Minta Disbun Hitung Lahan Warga Merangin
145 Kasus HIV Aids Ditemukan di Kota Jambi, Seks Menyimpang Menjadi Penyebab