JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Pemerintah Kota Jambi tahun 2024-2026 akan fokus menangani persoalan banjir. Pemerintah akan membangun kolam retensi untuk mengatasi banjir. Selain berfungsi sebagai penanganan banjir, juga bisa difungsikan untuk wahana pariwisata.
"Jadi bisa dilengkapi dengan jogging track ataupun ruang terbuka hijau. Jadi bisa digunakan masyarakat untuk berkumpul maupun rekreasi," kata Wakil Wali Kota, Maulana Senin (6/3).
Kata Maulana, kolam retensi (embung) berfungsi untuk menangkap air yang tidak bisa ditampung oleh drainase yang ada. Selain itu juga sebagai cadangan air bersih.
"Lahannya sedang kita siapkan untuk pembangunanya," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumberdaya Air Dinas PUPR Kota Jambi, Yunius mengatakan, pihaknya sudah turun dengan pihak BWSS VI untuk melihat titik rencana pembangunan kolam retensi di Kota Jambi.
Dari informasi pihak BWSS, pekerjaan kolam retensi itu menggunakan dana bantuan Jepang yang nilainya sekitar Rp 185 Miliar. Ada beberapa project utama yang dikerjakan oleh pihak BWSS. Fokusnya kata Yunius, di Sungai Asam, Sungai Kenali Kecil dan Sungai Kenali Besar.
"Sudah ditinjau titik lokasi yang kami usulkan. Dua lokasinya dilahan milik provinsi, yakni di panti jompo paal 5 dan panti bina remaja di depan lapas," imbuhnya.
Dijelaskannya, pada lahan milik provinsi itu memang sudah lama diajukan untuk pembuatan kolam retensi.
"Baru direspon, dan pihak provinsi juga sudah menyatakan bersedia," ujarnya.
Satu titik lainnya kata Yunius, yakni di kawasan Widuri, belakang asarama PM. Lahan disana sudah dibeli oleh Pemerintah Kota Jambi seluas 85 tumbuk.
"Nanti semuanya akan dikerjakan BWSS melalui dana bantuan jepang," katanya.
Tahun ini mungkin 3 (tiga) pembangunan kolam retensi itu segera terealisasi. Pihak BWSS akan merampungkan desainnya pada April 2023 ini, kemudian pelaksanaan pekerjaan pada September 2023 dan berlanjut tahun depannya.
"Itu BWSS langsung, dan lahan provinsi juga sudah menyatakan bersedia," ungkapnya.
Sebelumnya kata Yunius, sudah ada dibangun satu titik kolam retensi di Balai Benih Holtikultura Kota Jambi.
"Itu sudah selesai tahun lalu, juga dikerjakan BWSS. Jadi totalnya nanti ada 4 kolam retensi," pungkasnya.