Baru 50 Persen Pedagang Masuk ke Pasar Bedug, Retribusi Rp400 Bagi yang Daftar

Rabu, 08 Maret 2023 - 11:32:04 WIB - Dibaca: 1273 kali

Baru 50 persen pedagang daftar di Pasar Bedug milik Pemkot Jambi.
Baru 50 persen pedagang daftar di Pasar Bedug milik Pemkot Jambi. (Foto: jambiprima.com/Ahmad )

JAMBIPRIMA.COM,JAMBI – Jelang memasuki bulan suci ramadan 1444 H/2023 beberapa minggu mendatang, Disperindag Kota Jambi mengaku telah melakukan berbagai persiapan. Khususnya terkait persiapan pasar bedug di Kota Jambi.

Plt Kadis Perindah Kota Jambi, Amirullah menyebutkan, belum lama ini pihaknya telah mengumpulkan sejumlah pedagang di Kota Jambi.

Di mana Disperindag menyediakan tiga lokasi pasar bedug yang dikelola pemerintah. Seperti di antaranya di Jalan WR Supratman atau Gang Siku, Kecamatan Pasar. 

Kemudian di Jalan DR Y Leimena, Kecamatan Pasar dan di kawasan Jalan Mr Assaad Kota Jambi. Kata dia, khusus di Jalan WR Supratman itu, disediakan sebanyak 480-an lapak pedagang.

“Di gang siku khusus berjualan pakaian saja. Untuk di Leimena itu ada kita siapkan 190 lapak, di Assaad 170-an lapak,” terang Amirullah.

Dijelaskannya, lapak-lapak pasar bedug yang disedikan Pemkot Jambi ini, dikhususkan bagi para pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan tersebut pada hari biasa.

“Kita utamakan mereka dahulu,” timpalnya.

Meski begitu, para pedagang untuk menempati lapak pasar-pasar bedug tersebut akan dikenakan tarif retribusi senilai Rp400 ribuan selama digelarnya pasar bedug tersebut.

“Itu sudah termasuk uang kebersihan dan lain-lain. Tapi tidak termasuk uang penjagaan di malam hari,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya berharap para pedagang nantinya tidak meninggalkan barang berharga di lapak. Jika pun meninggalkan, para pedagang bisa secara swadaya mengupah penjaga malam.

“Saat ini sudah ada 50 persen pedagang yang mendaftar. Masih proses pendaftaraan saat ini,” jelasnya.

Di samping itu, Amirullah memastikan, maksimal pedagang hanya diperbolehkan memiliki 2 lapak. Ini mengingat, kondisi lapak yang tak terlalu besar.

“Maksimal 2 tidak lebih. Ini mengingat barang dagangan mereka tentu tidak muat hanya di satu lapak saja,” tutupnya.





BERITA BERIKUTNYA