JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Guna mempermudah dan memperdekat pelayanan kepengurusan Kartu Identitas Anak (KIA), Disdukcapil Kota Jambi, terus berupaya berinovasi. Yakni di antaranya bekerjsama dengan sejumlah rumah sakit di Kota Jambi, dalam penerbitan KIA yang lahir di rumah sakit.
"Kami sudah menjalin kerja sama dengan rumah sakit untuk pemberian Kartu Identitas Anak kepada setiap bayi yang lahir di rumah sakit,” sebut Kadis Dukcapil Kota Jambi, Nirwa Ilyas, Kamis (9/3).
Lanjut Nirwan, Dukcapil sejatinya diwajibkan menciptakan berbagai inovasi mendukung kemudahan pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat.
Nantinya kata dia, tiap rumah sakit memiliki Person in Charge (PIC), yang bertugas menginput data kelahiran bayi ke Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan Kota Jambi (Sipaduko) yang memiliki tujuan mempermudah proses pembuatan KIA di Kota Jambi, milik Dukcapil Kota Jambi.
“Kami janjikan satu hari atau sebelum ibu dan bayi yang baru lahir pulang, akte, KIA atau administrasi kependudukan lainnya selesai,” jelas Nirwan.
Memang sebelumnya diakui Nirwan sempat ada trouble pada sistem yang ada. Sehingga kepengurusan administrasi yang dimaksud sedikit lebih lama.
“Kedepan kami janji, tidak akan menjadi komplai lagi,” sebutnya.
Sementara itu, Plh Sekda Kota Jambi Fahmi yang juga menjabat sebagai Asisten I bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Kota Jambi menyampaikan, upaya ini dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan peraturan untuk meregistrasi pendataan penduduk sejak lahir hingga dewasa.
“Negara harus hadir. Di awali dari akte kelahiran hingga perkembangan pelayanan masa kini akan kita permudah. Dan tentunya urusan ini, tidak dipungut biaya,” jelasnya.
Sementara itu, Dirut RS Rapha Theresia Jambi, Marcia mengapresiasi bentuk kerja sama ini. Selain diharapkan mempermudah masyarakat, juga diharapkan apa yang disampaikan dalam kerja sama tersebut berjalan sesuai keinginan.
“Tentu ini akan mempermudah. Rumah sakit juga siap. Tidak dipungut biaya seperti yang disampaikan, dan yang jelas dijanjikan sebelum pasien pulang administasi kependudukannya selesai,” pungkasnya.
Terkait Permasalahan dan Arogansi Seorang Pemimpin, DPRD Merangin Kecewa dengan Question Kemenag
Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Bahasa Indonesia di SMP 25 Tebo
Nama Lulus PPPK Diumumkan, Peserta Diberikan Waktu Tiga Hari Sampaikan Sanggah di Akun
Sekda Hadiri FGD Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Sektor Jasa Industri di Tanjabbar