JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Pemadaman listrik masih saja terjadi pada bulan suci Ramadhan di Wilayah Jambi, termasuk juga di Kota Jambi. Sehingga warga masyarakat merasa dibohongi dengan janji-janji bahwa tidak adanya pemadaman selama Ramadhan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Jambi, Ibnu Kholdun saat di hubungi, Rabu (5/4).
"Pemadaman yang dilakukan PLN tersebut tidak jelas. Dari awal Ramadhan hingga saat ini ada kurang lebih 100 pengaduan listrik padam masuk di kantor YLKI Jambi. Baik pengaduan melalui WhatsApp, telepon, ada juga yang ke kantor. Yang paling banyak untuk di Kota Jambi itu wilayah Eka Jaya, sehari 3 (tiga) kali mati. Bukan hanya wilayah kota, pemadaman ini merata di Wilayah Jambi," ujarnya.
Pemadaman yang dilakukan PLN tersebut, menurut dia, bukan hanya merugikan warga, tetapi juga bagi umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah Shalat Taraweh di masjid.
"Masyarakat banyak terganggu, yang sedang melaksanakan Ibadah Shalat akibat seringnya mati lampu, hal seperti ini tidak boleh dibiarkan terus berlanjut dan harus ada kebijakan serta solusi yang dilakukan Manajemen PLN UP3 Jambi. Kalau managemen tidak mampu urus listrik di Jambi ini, silahkan mundur saja," ucap dia.
Ibnu Kholdun mengatakan, PLN harus menjaga pasokan listrik ke masyarakat di bulan Ramadhan ini. Agar suasana masyarakat dalam beribadah tetap kondusif.
"Bulan Ramadhan ini kan bulan yang penuh berkah, penuh ampunan. Harusnya PLN dalam satu tahun itu memprioritaskan satu bulan ini saja untuk tidak mematikan listrik dan memberikan pelayanan prima," pungkasnya. (ali)
Dilaksanakan Sistem CAT, 84 Peserta Ikut Tes Seleksi PPPK Penyuluh Pertanian di Kerinci
Bersama Wagub, Wako Ahmadi Safari Ramadhan bersama di Masjid Jamik Sungai Penuh
Sebabkan Banjir di Simpang Pucuk, Pipa PAM Diminta untuk Dipindahkan
Bupati Merangin Sampaikan LKPJ 2022: Pendapatan Daerah 2022 Terealisasi Sebesar Rp1.327.075.530.896,
Diduga Selingkuh, Seorang Oknum Kadis di Tanjungjabung Barat Dilabrak Istri Sah di Rumah Wanita Lain