Ini Profil PT Rimba Palma Sejahtera Lestari yang Bermasalah dengan Nenek Hafsah

Senin, 05 Juni 2023 - 19:59:30 WIB - Dibaca: 10331 kali

Ini Profil PT Rimba Palma Sejahtera Lestari yang Bermasalah dengan Nenek Hafsah
Ini Profil PT Rimba Palma Sejahtera Lestari yang Bermasalah dengan Nenek Hafsah (Foto: jambiprima.com/Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI- Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Pemkot Jambi, Fahmi menceritakan bahwa Rimba Palma Sejahtera Lestari (RPSL) tersebut sudah melakukan dua kali pergantian manajemen. Hal itu berdasarkan keterangannya, pada jumpa pers yang digelar di ruang COC, Bappeda kota Jambi, Senin (5/6).

Kata Fahmi manajemen awal perusahaan tersebut rencananya akan membangun perusahaan yang bergerak dibidang minyak kelapa sawit (CPO). Kemudian untuk menggerakkan pabrik CPO itu, perusahaan tersebut membangun power plant (pembangkit listrik) dengan tenaga biomassa. Dalam perjalanannya, pembangkit listrik tersebut sudah diinvestasikan dan sudah dibangun. Namun pabrik sawitnya belum dibangun.

"Akan tetapi perusahaan tersebut mengurungkan niatnya untuk membangun pabrik kelapa sawit, tapi pembangkit listrik tenaga biomassa sudah terbangun. Kemudian biomassa ini menghasilkan listrik, awalnya listrik yang ada ini mau dipakai sendiri untuk operasional perusahaan kelapa sawit dan sisanya akan dijual ke PLN. Karena menurut peraturan Kementerian ESDM itu, PLN wajib membeli apabila ada perusahaan yang menjual listrik dengan tenaga non mineral. Namun ternyata PLN sendiri surplus listrik akibat interkoneksi. Akhirnya karena terbentur regulasi dan tidak bisa menolak, mau tidak mau PLN membeli listrik tersebut dengan harga dibawah pasar. Lebih murah daripada harga pasarnya. Sehingga PT Rimba Palma ini rugi, karena harga jual tidak sesuai dengan yang mereka perkirakan," kata mantan Kadis DPMPTSP Kota Jambi itu.

Fahmi mengatakan, akibat permasalahan rugi itu, PT Rimba Palma mengganti managemen. Pada manajemen kedua ini perusahaan itu mengubah pola bisnis dan memiliki memproduksi palet kayu. Untuk membuat palet kayu ini tetap membutuhkan energi listrik juga. 

"Itu memang komoditas ekspor. Kayu yang diproduksi jenis apa saja. Yang tadi awalnya untuk produksi kelapa sawit lalu berubah menjadi palet kayu," katanya. **





BERITA BERIKUTNYA