JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Realisasi perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi dari sektor pasar hingga pertengahan Agustus lalu lebih kurang mencapai 50 persen. Tahun ini, Pemkot Jambi merencanakan target yang tak jauh beda dengan sebelumnya yaitu Rp7 miliar.
Kadisperindag Kota Jambi, Amran mengatakan bahwa angka realisasi tersebut ditargetkan mencapai 100 persen hingga akhir tahun nanti. Memang, ia saat ini ada menemukan kendala. Ada kios-kios milik Pemkot Jambi yang sepi, sehingga tidak ada yang menyewa. Seperti di Gang Siku dan juga Malioboro.
"Dua kawasan itu memang agak sepi sekarang. Tapi kita kejar dalam sebulan untuk memenuhi target PAD hingga akhir tahun," katanya.
Untuk sektor pasar, ada sebanyak 20 pasar yang dikelola oleh Disperindag. Selain itu juga para PKL dan kios-kios milik pemerintah.
"Total ada sekitar kurang lebih 4 ribuan yang kita kelola. Baik lapak, kios, los ataupun ruko," katanya.
Dia mengatakan, untuk upaya kedepan, pihaknya akan mengupayakan optimalisasi aset yang ada. Menurutnya meningkatnya PAD dari sektor pasar ini karena selain dilakukan optimalisasi juga telah dilakukan pendataan ulang aset-aset milik pemerintah.
"Selain itu juga kami terus melakukan penataan pasar pasar yang ada sehingga memberikan kenyamanan baik pembeli maupun pedagang," katanya.
Selain dari sektor pasar, PAD itu juga mencakup bidang kemetrologian.
"Jadi target itu bukan hanya dari sektor pasar, tapi juga dari Metrologi. Tahun depan kemungkinan tidak ada lagi retribusi metrologi ini, karena hadirnya UU Nomor 1 Tahun 2022," katanya.
Turunnya Harga Bawang Merah di Pasar Angso Duo Kota Jambi Saat Musim kemarau
Penjual Seragam Sekolah di Pasar Kota Jambi Diserbu Pembeli, Omset Penjual Meningkat Drastis
Melirik Usaha Kerupuk Jengkol Titin, Usaha Rumahan yang Bernilai Ekonomis di Desa Kemantan
Khalis Mustiko Hadiri Tasyakuran Kafe 77 Podo Moro Kemantan Tebo Ilir