Kawasan Eks Lokalisasi Payo Sigadung Dalam Sorotan, Pemkot Jambi Tingkatkan Pengawasan

Senin, 28 Agustus 2023 - 11:08:12 WIB - Dibaca: 1824 kali

Kawasan Eks Lokalisasi Payo Sigadung Dalam Sorotan, Pemkot Jambi Tingkatkan Pengawasan
Kawasan Eks Lokalisasi Payo Sigadung Dalam Sorotan, Pemkot Jambi Tingkatkan Pengawasan (Foto: jambiprima.com/Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Pemerintah Kota Jambi akan terus memantau kegiatan malam (PSK, red), di eks lokalisasi Payo Sigadung (Pucuk), di Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo. Hal ini diakui Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Noviarman, Minggu (27/8).

Ia menyebutkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Satpol PP Kota Jambi dan Polresta Jambi terkait hal itu.

"Sebelumnya sempat dilakukan razia oleh Satpol PP Kota Jambi, namun tidak ditemukan aktivitas malam (PSK, red) dilapangan. Apa mungkin razianya sudah bocor atau seperti apa kita kurang tau," kata Noviarman.

Namun sebut dia, secara terus menerus, pihaknya bersama Satpol PP dan pihak Kepolisian akan terus melakukan pemantauan lapangan pada eks lokalisasi Payo Sigadung tersebut.

Pihaknya selaku Dinas Sosial sebut Noviarman, lebih berperan pada kegiatan pasca penjaringan.

"Pasca penjaringan itu kita lakukan pembinaan, kemudian dilakukan asesment oleh psikolog dan terkahir (PSK) dipulangkan ke daerah asalnya," ujarnya.

Diketahui aktivitas eks lokalisasi Payo Sigadung yang berada di kawasan Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, diduga masih menggeliat.

Eks lokalisasi tersebut sudah lama menjadi perhatian masyarakat, karena aktivitas wanita malamnya masih ada. Beberapa video yang menunjukkan adanya dugaan aktivitas Pekerja Seks Komersial (PSK) dikawasan tersebut, juga sudah ramai di media sosial. Ini tentu menjadi perhatian. Pasalnya sejak beberapa tahun belakangan, aktivitas di sana telah ditutup.

Sebelumnya Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan, dirinya sudah perintahkan Satpol PP, Dinas Sosial dan OPD terkait di Pemkot Jambi untuk memetakan kembali kawasan tersebut.

“Dan diminta berkoordinasi dengan TNI-Polri, untuk memetekan kembali kawasan tersebut. Pondok-pondok mana yang masih aktif,” katanya.

Kata Fasha, hal tersebut mesti harus dipetakan dahulu, tidak bisa langsung masuk untuk menangkap.

“Biasanya mereka disana hanya nongkrong, tapi mereka tinggalnya ditempat penduduk. Makanya kita mau intip dulu, tinggalnya dimana. Dalam waktu dekat, atau bulan ini sudah ada aksi,” ungkap Fasha.

Kata Fasha, pemerintah tetap memperhatikan informasi tersebut. Dirinya berharap masyarakat tidak terus memviralkan berbagai informasi yang belum benar keabsahannya.

“Kita harap warga bisa menghubungi Call Center 112 atau lainnya. Karena kalau sudah viral, kadang apa yang hendak dilakukan pemerintah tidak bisa maksimal,” jelasnya.**





BERITA BERIKUTNYA