JAMBI - Kota Jambi menghadapi masalah serius dengan peningkatan tajam kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama tiga bulan terakhir. Situasi ini disebabkan oleh kabut asap yang telah melanda kota ini selama beberapa bulan terakhir dan diperparah oleh kondisi kemarau.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Jambi Taufik mengatakan bahwa jumlah kasus di bulan September tahun 2023 ini mencapai 7.717 kasus, yang tersebar di 20 Puskesmas se Kota Jambi. Sementara bulan Juli mencapai 5.310 kasus dan meningkat menjadi 5.477 kasus pada bulan Agustus, seperti yang diungkapkan oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Jambi, dr. Rini Kartika pada berita sebelumnya.
Taufik menambahkan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, sepanjang Tahun 2022 jumlah penyakit ISPA di kota Jambi 42.400 kasus.
"Sementara 2023, baru bulan September angkanya sudah mencapai 48.740 kasus," jelasnya saat konferensi pers di aula Griya Mayang, rumah dinas Walikota Jambi, Senin (2/10/2023).
Sementara itu Walikota Jambi, Syarif Fasha mengatakan bahwa seluruh pelayanan kesehatan di kota Jambi harus sigap dalam menghadapi bencana kabut asap ini. Pihaknya meminta seluruh pelayanan kesehatan di kota Jambi untuk mempersiapkan segala peralatan medis yang dibutuhkan. Seperti oksigen, masker, obat-obatan dan lainnya.
"Saya tekankan tidak boleh ada yang menolak pasien," katanya.
Berikut adalah sebaran data ISPA berdasarkan Puskesmas di Kota Jambi bulan September 2023 :
Puskesmas Aur Duri sebanyak 353 kasus
Puskesmas kebun Handil sebanyak 326 kasus
Puskesmas Kebon Kopi sebanyak 513 kasus
Puskesmas Kenali Besar sebanyak 480 kasus
Puskesmas Koni sebanyak 191 kasus
Puskesmas Olak Kemang sebanyak 236 kasus
Puskesmas Simpang 4 Sipin sebanyak 508 kasus
Puskesmas Palmerah II sebanyak 251 kasus
Puskesmas Pal V sebanyak sebanyak 517 kasus
Puskesmas Pal 10 sebanyak 174 kasus
Puskesmas pakuan baru Sebanyak 359 kasus
Puskesmas Payo Selincah sebanyak 362 kasus
Puskesmas Putri Ayu sebanyak 963 kasus
Puskesmas Rawasari 352 kasus
Puskesmas Simpang kawat sebanyak 386 kasus
Puskesmas Tahtul Yaman sebanyak 442 kasus
Puskesmas Talang Bakung sebanyak 421 kasus
Puskesmas Talang Banjar sebanyak 231 kasus
Puskesmas Tanjungpinang sebanyak 505 kasus
Puskesmas Palmerah 1 sebanyak 147 kasus