JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Harga cabai rawit merah di pasar tradisional Kota Jambi masih menunjukkan angka yang cukup tinggi, di atas Rp50 ribu per kilogram. Lonjakan harga ini signifikan, naik dari kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram sebelumnya.
Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk melakukan intervensi. Upaya ini bertujuan untuk menstabilkan harga bahan pokok, khususnya cabai merah, melalui berbagai strategi termasuk pemberian subsidi dan penyelenggaraan pasar murah di seluruh Kota Jambi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi, Amran, menjelaskan bahwa lonjakan harga cabai disebabkan oleh penurunan produksi di tingkat petani. Penurunan produksi ini mengakibatkan berkurangnya pasokan cabai ke Kota Jambi, yang pada gilirannya memicu kenaikan harga di pasar.
“Pemerintah Kota Jambi akan segera mengadakan rapat untuk mencari daerah pemasok cabai dari luar daerah. Mengingat Kota Jambi bukan penghasil cabai, kami perlu mencari solusi agar pasokan tetap stabil dan harga tidak terus melonjak,” ujar Amran.
Dengan langkah-langkah intervensi yang direncanakan, diharapkan harga cabai merah dan bahan pokok lainnya dapat kembali stabil, sehingga tidak membebani masyarakat. (Cr04)
Saiful Roswandi Resmi Dilantik sebagai Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi
WR III UIN STS Jambi Lepas Kontingen OASE PTKIN, Siap Bersaing di Yogyakarta
Polsek Jelutung Ungkap Penggelapan Motor Inventaris Jambi Mini Soccer, Satu Pelaku Buron
Polda Jambi Amankan 41 Kendaraan Hasil Curanmor, Warga Diminta Cek ke Kantor Polisi
Siaga Darurat Karhutla Tebo Diperpanjang hingga Akhir November, 517,72 Hektare Lahan Terbakar
Tebo Kebagian Banpres Karhutla Rp10 Miliar, BPBD Masih Tunggu Petunjuk Pusat
Tim Gabungan Siaga Karhutla Memadamkan Api di Lahan, Samping SMK N 1 Tebo