JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI - Dua intake milik Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi mulai terdamdak akibat kondisi debit Sungai Batanghari pada musim kemarau ini.
Hal ini mempengaruhi pengaliran air minum terhadap para pelanggan Tirta Mayang, khususnya pada layanan Intake Sijenjang dan Intake Benteng.
Dua intake tersebut tidak lagi maksimal dalam memproduksi air baku dari Sungai Batanghari, karena surutnya mukan air Sungai Batangahri akibat kemarau yang terjadi saat ini
Hal ini diakui Direktur Teknik Perumdam Tirta Mayang, Mustazal Khomidi. Ia mengatakan pipa intake tersebut sangat terpengaruh dengan kondisi debit Sungai.
"Dimana yang sudah mulai kita lihat itu titik terendah 180. Harapan kita semoga tidak terjadi penurunan lagi," katanya.
Dengan ketinggian muka air dalam kondisi kemarau saat ini, memaksakan pihaknya mematikan pengoperasian pompa Intake Sijenjang dan Intake Benteng.
"Terpaksa kita majikan sekitar 3-4 jam dalam sehari, karena kondisi debit air," katanya.
Sehingga sebut dia, terjadi pengurangan jam oengakiran pada 14 ribu pelanggan pada wilayah layanan Intake Benteng dan Intake Sijenjang.
Ia mengaku, dalam kondisi itu belum apa upaya lebih lanjut yang dilakukan untuk pelanggan, menurut dia, belum ada komplain dari pelanggan dari kondisi tersebut.
"Namun kita ada komitmen, jika 24 jam tidak ada pengaliran air, maka akan kita suplai air tangki. Tetapi saat ini masih pengaturan jam pengaliran saja belum terlalu mengganggu, karena matinya 2-3 jam, setelah itu kita maksimalkan," tuturnya.
Sementara Dirut Perumdam Tirta Mayang Dwike Riantara mengatakan, sudah satu pekan ini hapor setiap hari selama 4 jam pihaknya hari mematikan intake Sijenjang dan Benteng. Karena terjadi penurunan signifikan pada muka air Sungai Batanghari.
"Kita sangat tergantung dengan Sungai Batanghari baik dari kualitas maupun kontinuitas," katanya.
"Sayangnya kita belum punya alternatif sumber air baku, karena sumber air baku Perumda Tirta Mayang saat ini hanya dari Sungai Batanghari," katanya, dalam menyikapi kondisi yang hampir setiap tahun berulang ini.
Untuk memberikan bantuan air pada pelanggan sebut Dwike, pihaknya masih terus memantau dan melihat perkembangan situasi.
"Jika musim kemarau berlanjut biasanya terjadi krisis air. Kemungkinan kita akan mendapat penugasan lagi dari Pemkot Jambi untuk memberikan bantuan pada pelanggan. Kami akan siap melaksanakan itu jika diperlukan," pungkasnya. (Cr04)
Wagub Sani Tegaskan APPSI Jambi sebagai Pilar Ekonomi Rakyat di Tengah Tantangan Pasar Modern
UIN STS Jambi dan BSI Jalin Kerja Sama Pembiayaan Syariah untuk Pegawai PTKIS
Batu Bara Sumbang Rp112 Miliar untuk Jambi, Tapi Infrastruktur Masih Jadi Kendala
438 CJH Kota Jambi Berangkat 5 Mei, Persiapan Hampir Rampung
Remaja 12 Tahun Tenggelam di Sungai Batanghari, Ditemukan Meninggal Dunia
Rektor UIN STS Jambi Lepas Alumni Ushuluddin ke-73, Tekankan Pentingnya Prestasi