Kebakaran Mess Karyawan di Gudang Pembuatan Panel Beton Kota Jambi Berhasil Dipadamkan, Ini Sebabnya

Selasa, 12 November 2024 - 09:08:57 WIB - Dibaca: 1484 kali

Kebakaran hebat melanda sebuah bangunan mess karyawan di gudang pembuatan panel pagar beton di Jalan Lingkar Timur 1, RT 23, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan.
Kebakaran hebat melanda sebuah bangunan mess karyawan di gudang pembuatan panel pagar beton di Jalan Lingkar Timur 1, RT 23, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan. (Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Kebakaran hebat melanda sebuah bangunan mess karyawan di gudang pembuatan panel pagar beton di Jalan Lingkar Timur 1, RT 23, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan, pada Senin (11/11/2024). Berkat kesigapan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, api berhasil dipadamkan dalam waktu 60 menit, mencegah penyebaran ke area lain yang berpotensi memperparah kerugian.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 10.33 WIB. Tim Damkartan segera menuju lokasi pada pukul 10.37 WIB dan tiba dalam lima menit, tepatnya pukul 10.42 WIB.

"Respons cepat dari tim kami memungkinkan kami untuk memulai operasi pemadaman dengan segera. Dengan kekuatan 30 personel dan enam armada tempur, kami berhasil menanggulangi kebakaran ini dalam waktu sekitar satu jam," ujar Mustari Affandi.

Mustari menjelaskan bahwa bangunan yang terbakar merupakan mess karyawan yang terbuat dari kayu, sehingga api dengan cepat menyebar di awal kejadian. "Bangunan kayu memang lebih rentan terhadap api, sehingga upaya pemadaman harus dilakukan secepat mungkin agar api tidak merambat ke bangunan sekitar yang juga mudah terbakar," tambahnya.

Menurut Mustari, operasi pemadaman kali ini menghadapi beberapa hambatan, salah satunya kemacetan di Jalan Lingkar Timur 1. Namun, tim tetap bisa mencapai lokasi tepat waktu berkat kerjasama yang baik antara unit Damkartan di Pos Pallmerah dan Jambi Timur. “Kami menggunakan 16.000 liter air dalam operasi ini dan menerapkan metode 5T, yakni Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas, sehingga seluruh prosedur berjalan efektif dan efisien," jelas Mustari.

Berdasarkan hasil investigasi awal, kebakaran ini diduga dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi akibat magic jar yang masih terhubung dengan listrik meskipun isinya sudah kosong. Sambungan listrik yang tidak teratur dan banyaknya kabel isolatif di luar bangunan turut menjadi faktor risiko.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua mengenai bahaya listrik yang tidak diawasi. Karena itu, kami juga memberikan edukasi kepada pelaku usaha di lokasi untuk menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan memperbaiki instalasi listrik demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” ungkap Mustari.

Selain itu, Mustari juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menyediakan peralatan keamanan dasar dan memperhatikan instalasi listrik di tempat tinggal maupun tempat usaha. “Kami akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat dan tempat usaha terkait pencegahan kebakaran. Harapannya, hal ini bisa meminimalisir risiko kebakaran yang bisa berakibat fatal,” tambahnya.

Pascakejadian, Damkartan Kota Jambi melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Lurah Talang Bakung, PLN, Babinkamtibmas, dan Babinsa setempat, untuk memastikan keselamatan lingkungan sekitar dan menghindari risiko lebih lanjut.

Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, baik dari warga maupun petugas. (Cr04)





BERITA BERIKUTNYA