JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Intensitas hujan sedang hingga tinggi yang melanda Provinsi Jambi selama sepekan terakhir menyebabkan peningkatan tinggi muka air (TMA) Sungai Batanghari, khususnya di wilayah Kota Jambi.
Berdasarkan data dari Alat Pengukur Ketinggian Air (APKA) di Pos Pemantauan Tanggo Rajo, TMA Sungai Batanghari pada Kamis (28/11) mencapai 12,65 meter, naik signifikan dari 10,18 meter beberapa hari sebelumnya.
Syahruddin, petugas pemantau TMA di Pos Tanggo Rajo, mengungkapkan bahwa kenaikan ini telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir dan semakin tajam akibat curah hujan merata di wilayah hulu Sungai Batanghari.
"Tinggi muka air terus naik, terutama dalam beberapa hari terakhir. Hujan yang merata di bagian hulu sangat memengaruhi kondisi ini," ujar Syahruddin.
Meskipun status TMA saat ini masih dalam kategori normal, level siaga 3—yang berada pada ketinggian 13,47 meter—sudah semakin dekat. Syahruddin mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika curah hujan tinggi terus berlanjut.
"Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati, karena luapan Sungai Batanghari sewaktu-waktu bisa terjadi, terutama jika hujan deras terus mengguyur wilayah hulu," jelasnya.
Ia memprediksi TMA akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan, mengingat potensi hujan yang semakin meluas di wilayah Provinsi Jambi.
"Kondisi hujan yang merata, terutama di bagian hulu, akan menyebabkan TMA terus naik. Masyarakat harus siap siaga," tambahnya.
Peningkatan TMA Sungai Batanghari menjadi perhatian serius, karena potensi banjir luapan dapat mengganggu aktivitas warga dan merendam pemukiman di sepanjang bantaran sungai. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah antisipasi untuk meminimalkan dampaknya.
Hingga kini, Pos Pemantauan Tanggo Rajo terus memantau perkembangan TMA secara berkala dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. (Cr04)
Dialog Publik Pengelolaan Sampah di Kota Jambi Tampung Berbagai Masukan Masyarakat
Heboh! WNA Asal Tiongkok Dijemput Imigrasi di Tebo, Diduga Terkait Jaringan Perdagangan Orang
Cek Endra Tanam Perdana Sawit 15 Hektar di Sarolangun, Doa Bersama Warnai Awal Investasi Perkebunan
Pro-Kontra OPBM Terjawab, Akademisi hingga Tokoh Masyarakat Kompak Dukung Kota Jambi Bersih
Temuan BPK Rp451 Juta pada Proyek Rabat Beton 2024, Eryanto Sebut Kontraktor Sudah Angsur
Kemenag Jambi Batasi Penggunaan HP di Madrasah, Guru dan Siswa Dilarang Aktifkan Ponsel Saat KBM
Jalan Rusak, PJU Minim, dan Banjir Jadi Sorotan di Reses DPRD Kota Jambi