Kapasitas Hampir Penuh, Pemkot Jambi Siapkan Solusi Pengolahan Sampah di TPA Talang Gulo

Kamis, 27 Februari 2025 - 09:28:09 WIB - Dibaca: 1988 kali

Kondisi TPA Talang Gulo, Kota Jambi.
Kondisi TPA Talang Gulo, Kota Jambi. (Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo di Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, hampir mencapai kapasitas maksimal. Saat ini, daya tampungnya telah mencapai 90 persen, sementara volume sampah terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat.

Kepala UPTD Pengelola TPA Talang Gulo, Mulyono, mengungkapkan bahwa volume sampah yang masuk ke TPA terus berfluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, jumlah sampah harian tercatat sebanyak 354 ton, sedikit menurun menjadi 352 ton per hari pada 2023, namun kembali meningkat menjadi 364 ton per hari di 2024.

"Kami masih terus berupaya mencari solusi agar sampah tidak semakin menumpuk dan melebihi kapasitas," ujar Mulyono saat diwawancarai, Rabu (26/02/2025).

Pemerintah Kota Jambi, melalui Wali Kota Maulana, berkomitmen untuk mencari investor guna mendukung pengolahan sampah di TPA Talang Gulo. Salah satu solusi yang disiapkan adalah penerapan metode Refuse-Derived Fuel (RDF), yaitu teknologi yang mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif.

"Dengan adanya pengolahan ini, sampah lama dan baru bisa dikelola dengan baik, sehingga tidak terjadi penumpukan yang berlebihan. Targetnya, sebanyak 1.000 ton sampah per hari dapat diolah," katanya.

Selain pertumbuhan penduduk, peningkatan jumlah sampah juga dipengaruhi oleh faktor musiman, seperti musim buah yang meningkatkan volume sampah organik. Saat ini, sekitar 50 persen dari total sampah yang masuk merupakan sampah organik, yang rencananya akan diolah menjadi kompos sebagai salah satu solusi pengelolaan limbah.

Mulyono menambahkan bahwa TPA Talang Gulo, khususnya zona Suksel 1, hanya memiliki daya tampung yang diperkirakan bertahan lima tahun lagi. Dengan kondisi saat ini yang sudah mendekati kapasitas maksimal, langkah strategis diperlukan untuk mencegah krisis sampah di Kota Jambi.

"Kami masih berupaya mencari anggaran untuk membangun zona penampungan baru. Sementara itu, solusi jangka pendek yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi volume sampah melalui sistem pengelolaan yang lebih baik dan menggandeng investor untuk mendukung program pengolahan sampah," tutupnya. (Cr04)





BERITA BERIKUTNYA