BMKG Jambi: Puncak Musim Hujan Maret-April, Waspada Cuaca Ekstrem dan Banjir

Kamis, 20 Maret 2025 - 10:27:00 WIB - Dibaca: 2446 kali

Kepala Stasiun BMKG Sultan Thaha Jambi, Ibnu Sulistyono.
Kepala Stasiun BMKG Sultan Thaha Jambi, Ibnu Sulistyono. (Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Kepala Stasiun BMKG Kelas 1 Sultan Thaha Jambi, Ibnu Sulistyono, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Maret hingga April 2025. Berdasarkan analisis cuaca terkini, sejumlah wilayah di Jambi diprediksi mengalami curah hujan tinggi yang berpotensi menimbulkan dampak seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Dalam keterangannya pada Rapat Penanganan Banjir di Kota Jambi, Selasa (18/3/2025), Ibnu Sulistyono menjelaskan bahwa saat ini Provinsi Jambi masih berada dalam periode musim hujan, dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi sejak Januari hingga Februari. Tren ini diprediksi terus meningkat memasuki Maret dan April sebelum menurun di bulan Mei.

"Curah hujan di Jambi pada bulan Maret-April berada dalam kategori menengah hingga tinggi, berkisar antara 150-400 mm per bulan. Beberapa wilayah seperti Bungo, Tebo, Merangin, dan Sarolangun diprediksi menerima curah hujan tertinggi, mencapai 300-400 mm per bulan," ungkap Ibnu.

Ia juga menambahkan bahwa potensi banjir kategori menengah diprediksi terjadi pada dasarian II Maret 2025 di beberapa wilayah seperti Batanghari, Muaro Jambi, Sarolangun, dan Tanjung Jabung Barat.

Lebih lanjut, BMKG Jambi mencatat bahwa fenomena La Niña lemah saat ini mulai beralih ke kondisi netral, yang berdampak pada peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia, termasuk Jambi. Selain itu, Indeks IOD (Indian Ocean Dipole) juga berada pada kondisi netral, yang berarti tidak ada pengaruh signifikan terhadap cuaca ekstrem di wilayah ini.

"Kami juga melihat dinamika atmosfer global, termasuk aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini aktif di Samudera Hindia bagian barat. Ini akan berkontribusi pada peningkatan curah hujan di wilayah Jambi dalam beberapa pekan ke depan," jelasnya.

Meskipun hujan masih mendominasi, Ibnu menegaskan bahwa mulai Maret hingga Mei 2025, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi berada dalam kategori risiko rendah.

"Namun, masyarakat tetap harus waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang cepat, terutama saat memasuki musim kemarau nanti," katanya.

Sementara itu, BMKG juga mencatat adanya potensi kenaikan tinggi muka air laut di perairan timur Jambi pada Dasarian I dan III Maret 2025. Hal ini dapat mempengaruhi aktivitas nelayan dan masyarakat pesisir.

Menghadapi puncak musim hujan ini, BMKG Jambi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk, waspada terhadap pohon tumbang, induksi sambaran petir, dan genangan air yang dapat menyebabkan banjir serta tanah longsor, terutama di daerah dataran tinggi," imbaunya.

BMKG juga menyarankan agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi risiko banjir akibat drainase tersumbat dan selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

"Kami terus memantau perkembangan cuaca secara real-time dan menginformasikan kepada masyarakat. Silakan akses informasi cuaca di aplikasi BMKG, media sosial, atau melalui peringatan dini yang kami sampaikan," tutup Ibnu Sulistyono. (Cr04)





BERITA BERIKUTNYA