JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Agar kejadian pencurian brondol oleh warga suku anak dalam (SAD) yang menyebabkan korban jiwa tersebut tidak terulang lagi di masa masa yang akan datang. Pihak kepolisian diminta menangkap pembeli brondol sawit yang dijual warga SAD tersebut.
Hatta, salah seorang pemerhati hukum Tebo menuturkan, warga SAD tidak akan mencuri brondol sawit masyarakat maupun perusahaan jika tidak ada yang menampung (pembelinya).
Pembeli brondol sawit, mulai dari tengkulak, loading ramp bahkan pabrik harus selektif dalam membeli brondol sawit. Terlebih yang menjual brondol itu adalah warga SAD.
Rasanya kecil sekali kemungkinan sipembeli tidak mengetahui asal usul brondolan sawit yang ia beli, terlebih dalam jumlah yang tidak sedikit.
" Pembeli brondol sawit yang dijual SAD ini harus ditangkap, untuk Shock therapy apapun bentuknya, baik itu tengkulak, loading ramp atau pabrik kelapa sawit, khususnya yang menampung brondol sawit agar kedepannya untuk lebih berhati- hati sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," kata Hatta kepada jambiprima.com, Sabtu 3 Mei 2025.
Kemudian, lanjutnya, selain tindakan tegas dari pihak berwajib, hal yang tidak kalah pentingnya memaksimalkan penyuluhan hukum kepada warga SAD itu sendiri.
" Ini permasalah serius, pemangku kepentingan harus duduk bersama membahas hal ini. Dan kematian warga SAD akibat pengeroyokan yang awalnya dipicu aksi pencurian ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Jika hal ini dibiarkan bukan tidak mungkin korbannya akan bertambah," sebut Hatta. (ARD)
Batu Bara Sumbang Rp112 Miliar untuk Jambi, Tapi Infrastruktur Masih Jadi Kendala
438 CJH Kota Jambi Berangkat 5 Mei, Persiapan Hampir Rampung
Remaja 12 Tahun Tenggelam di Sungai Batanghari, Ditemukan Meninggal Dunia
Rektor UIN STS Jambi Lepas Alumni Ushuluddin ke-73, Tekankan Pentingnya Prestasi
Polda Jambi Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Personel SPKT Call Center 110
Oknum Security PT SKU yang Terlibat Pengeroyokan SAD Hingga Tewas Lebih dari 5 Orang