CBP Kab Tebo Meningkat Dari 7 Ton Tahun 2025 Ini 14 Ton

Jumat, 16 Mei 2025 - 11:14:49 WIB - Dibaca: 1093 kali

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi (Perum BULOG)

JAMBIPRIMA.COM,TEBO - DKPP menyatakan bahwa tahun 2025 ini cadangan beras pemerintah (CBP) yang di titipkan oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo ke perusahaan umum (Perum) badan urusan logistik (Bulog) Bungo, meningkat dari 7 ton menjadi 14 ton.

Kepala dinas (Kadis) ketahanan pangan dan perikanan (DKPP) Kab Tebo melalui Kabid ketahanan pangan Dwi Setyaningsih, mengatakan, bahwa konsep CBP ada aturannya, setiap Kab / Prov sampai ke desa harus punya cadangan berupa beras, secara hitung-hitungan idealnya setiap tahun pemerintah harus punya 27 ton CBP, karena kemampuan keuangan daerah tahun ini cuma sanggup mengadakan 14 ton.

Dwi Setyaningsih memaparkan, CBP tersebut di simpan di Perum Bulog tujuannya adalah apabila nanti di butuhkan dalam kondisi bencana alam, sosial dan rawan pangan baru di keluarkan.

" CBP di keluarkan atau pelepasannya dalam kondisi tertentu sesuai dengan aturan,"kata Dwi Setyaningsih, Kamis 15 Mei 2025.

" Untuk penitipan CBP kita di Bulog ada kesepakatan, ujar Dwi,apabila sewaktu-waktu di butuhkan mereka stoknya ada.

Kemudian Dwi mengungkapkan, untuk pengadaan CBP, Kab Tebo tidak terkena dampak efisiensi anggaran, kita bertahap dari tahun 2024 cuma dapat 7 ton, sekarang 14 ton, ada peningkatan dari sebelumnya.

Dijelaskan Dwi, kalau 27 ton CBP, itu hitungan idealnya dan itu tidak menjadi suatu kewajiban, kondisi bencana memang tidak di harapkan, dengan 7 ton cukup karena kalau cadangan pangan juga bisa minta ke Prov atau Pusat.

Selain itu Dwi berujar, untuk program bantuan pangan berupa beras dari badan pangan nasional (Bapanas) yang disalurkan melalui kantor pos dan giro untuk warga kurang mampu, tahun ini sudah tidak ada lagi, di hentikan.

" Saat ini ucap Dwi masih dalam proses untuk menyerap beras masyarakat, optimasi lahan produksi dalam daerah, kalau sudah mencukupi mungkin akan berubah peraturannya bisa jadi bakal dapat lagi, karena itu untuk menjaga stabilitas harga sementara tahun lalu inflasi dan harga-harga kita stabil, itu pertimbangannya makanya bantuan pangan dari Bapanas tidak dikeluarkan, "pungkasnya. (ARD)





BERITA BERIKUTNYA