JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jambi memastikan bahwa saat ini belum ada rencana penambahan traffic light di wilayah Kota Jambi. Fokus utama Dishub saat ini adalah melakukan peremajaan dan peningkatan fungsi sistem pengendalian lalu lintas melalui Area Traffic Control System (ATCS).
Kepala Dishub Kota Jambi, Saleh Ridho, mengatakan dari total 42 titik traffic light yang ada, baru 22 titik yang telah terkoneksi dengan sistem ATCS. Sisanya masih dalam proses pembenahan dan peremajaan, agar bisa terintegrasi ke sistem tersebut.
“Tidak ada penambahan traffic light, yang ada itu peremajaan fungsi dan konektivitas dengan ATCS. Misalnya di simpang Asrama Haji itu sudah bagus, tapi belum terkoneksi. Di simpang STM Atas juga masih pakai sistem lama. Sementara simpang Pucuk akan kita ubah, baik tiang maupun lampunya, supaya bisa masuk ke jaringan ATCS,” ujar Saleh Ridho, Senin (4/8/2025).
Ia menambahkan, dari 42 traffic light tersebut, dua di antaranya masih merupakan aset Kementerian Perhubungan dan berada di kawasan Lingkar Selatan. Selebihnya telah menjadi kewenangan Pemerintah Kota Jambi.
Meskipun demikian, Saleh mengakui bahwa saat ini masih banyak kendala teknis dalam operasional traffic light, salah satunya terkait kerusakan sistem kabel bawah tanah yang menyebabkan lampu lalu lintas sisi kiri kerap mati. Proses perbaikannya juga tidak bisa instan karena harus dilakukan pengecekan satu per satu dan belum dilengkapi sistem peringatan otomatis.
Permasalahan lain yang dihadapi adalah ketiadaan sistem cadangan daya. Ketika terjadi pemadaman listrik, sebagian besar traffic light akan mati karena belum dilengkapi dengan baterai sebagai back-up.
“Kalau listrik padam, ya mati juga lampu lalu lintas. Belum ada back up baterai,” jelasnya.
Untuk saat ini, masyarakat yang ingin melaporkan gangguan lalu lintas dapat menghubungi Call Center 112. Ke depan, Dishub berharap seluruh traffic light di Kota Jambi dapat terhubung ke sistem ATCS agar pengendalian lalu lintas menjadi lebih efektif dan penanganan gangguan bisa lebih cepat dilakukan. (ahmad)
Diduga Ada Setoran “Keamanan” Tambang Dompeng di Tabir, Pekerja Sebut Rp1 Juta per Bulan
DPRD Tebo Desak Kades Sungai Rambai Dievaluasi, Konflik dengan BPD Tak Kunjung Usai
Dari Tebo ke Magelang: KM Ikuti Retreat Khusus Ketua DPRD, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah
8 Calon Siap Rebut Kursi Kades, Ada Srikandi Tangguh di Tengah Persaingan
Camat Tebo Ilir Rehab Makam Keramat Tanpa Dana APBD, Ini Sosok di Baliknya!
Rapat Dengar Pendapat, DPRD Tebo Diminta Rekomendasikan Izin PT ABT Dicabut