JAMBIPRIMA.COM, KOTA JAMBI - Viral video rekaman pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum mahasiswa terhadap salah seorang Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada penutupan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Kampus Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi
Didalam video tersebut, nampak sekelompok oknum mahasiswa yang sengaja melakukan tindakan penganiayaan secara brutal sehingga korban menderita luka robek pada bagian dan dilarikan ke Rumah Sakit.
Menyikapi hal itu Iin Habibi, Sekretaris Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Jambi mengatakan bahwa Kampus selayaknya menjadi ruang akademik, wadah pengembangan diri, interaksi sosial, serta proses belajar mengajar malah menjelma menjadi tempat premanisme yang terang-terangan melakukan aksi kekerasan dan penganiayaan di dalamnya.
Ia menuturkan, jika ini terus di biarkan maka tidak menutup kemungkinan juga akan terjadi kepada mahasiswa-mahasiswi lain yang ada di kampus UIN STS Jambi.
Dia juga menyayangkan sikap rektor yang pasif terkesan membiarkan aksi penganiayaan itu terjadi begitu saja tanpa ada sikap yang jelas atas tindakan melanggar hukum tersebut.
Penegakan hukum harus dilakukan, kemarin malam kasus pengrusakan, penganiayaan yang sengaja dilakukan oleh oknum- oknum mahasiswa yang bertindak layaknya preman itu sudah di laporkan di polda jambi.
Atas Perbuatan tidak terpuji yang mereka lakukan, Ia meminta Polda Jambi segera menahan pelaku kekerasan, dan rektor juga sudah layak memberhentikan siapa saja mahasiswa yang melakukan kekerasan tersebut.
Rektor jangan main-main terhadap kasus ini, jangan berupaya menutupi kebobrokan yang telah mencoreng wajah kampus islam yang seharus nya menjadi tempat norma-norma islam itu diajarkan.
Atau perlu di identifikasi dan buka-bukaan apa saja yang sebenarnya terjadi pada kampus UIN Itu, kita hanya butuh waktu sebentar untuk menguak penyimpangan dan tindak pidana korupsi yang diduga terjadi pada kampus UIN itu.
" Pilihannya, berhentikan mahasiswa yang lakukan kekerasan, dan lakukan penegakan hukum atau jika tidak rektornya yang diberhentikan" tegas Iin. (Ahmad)
#jambiprima.com #berita #terbaru #terpercaya #jambi #hmi #mdkahmi #uinsts #mahasiswa #pengeroyokan
Heboh! WNA Asal Tiongkok Dijemput Imigrasi di Tebo, Diduga Terkait Jaringan Perdagangan Orang
Cek Endra Tanam Perdana Sawit 15 Hektar di Sarolangun, Doa Bersama Warnai Awal Investasi Perkebunan
Pro-Kontra OPBM Terjawab, Akademisi hingga Tokoh Masyarakat Kompak Dukung Kota Jambi Bersih
Temuan BPK Rp451 Juta pada Proyek Rabat Beton 2024, Eryanto Sebut Kontraktor Sudah Angsur
Kemenag Jambi Batasi Penggunaan HP di Madrasah, Guru dan Siswa Dilarang Aktifkan Ponsel Saat KBM
Pemprov Jambi Salurkan 10.189 Kg Beras Cadangan Pangan bagi Warga Terdampak Banjir Sarolangun
DPRD Perjuangkan Nasip Honorer Hingga Dapat Ancaman Oknum TNI, Menantu TAPD Kralifikasi