Pemkot Jambi Mulai Ukur 51 Bidang Lahan, 15 Rumah Terdampak Proyek Kolam Retensi Sistem Asam

Senin, 13 Oktober 2025 - 17:38:39 WIB - Dibaca: 1714 kali

Proses pengukuran lahan rencana kolam retensi di Kota Jambi, Senin (13/10/2025).
Proses pengukuran lahan rencana kolam retensi di Kota Jambi, Senin (13/10/2025). (Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi resmi memulai pengukuran lahan warga yang terdampak proyek pembangunan kolam retensi di kawasan Sistem Asam, Senin (13/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Griya Lingga Permai, Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kotabaru ini menjadi langkah awal realisasi proyek strategis pengendalian banjir di Kota Jambi.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyampaikan bahwa proses pengukuran berjalan lancar berkat dukungan penuh masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita mulai pengukuran perdana. Warga sangat kooperatif dan mendukung penuh, karena ini adalah mimpi besar kita bersama: Kota Jambi bebas banjir,” ujar Maulana.

Lahan yang diukur memiliki luas sekitar 9,1 hektar, mencakup 51 bidang tanah (persil), dengan 15 rumah warga di dalamnya. Sisanya berupa lahan kosong yang juga akan divalidasi untuk proses ganti rugi.

Maulana menjelaskan, pengukuran dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Pertanian, Dinas Perkim, BPN, serta Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

“Seluruh data akan dihitung dan divalidasi oleh tim. Hasilnya akan menjadi dasar pemberian kompensasi bagi warga terdampak,” jelasnya.

Ia menegaskan, sejauh ini tidak ada kendala berarti di lapangan, termasuk dalam komunikasi dengan masyarakat.

“Alhamdulillah, situasi kondusif dan warga mendukung penuh. Mohon doa agar semuanya berjalan lancar hingga tahap pembangunan nanti,” tambahnya.

Untuk proyek ini, Pemkot Jambi menyiapkan anggaran Rp75 miliar, hasil kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kota Jambi.

Kolam retensi Sistem Asam dirancang sebagai solusi jangka panjang pengendalian banjir di kawasan padat penduduk yang selama ini menjadi titik genangan utama saat musim hujan.

Maulana menargetkan groundbreaking atau peletakan batu pertama dilakukan pada November 2025, agar pekerjaan fisik bisa dimulai sebelum puncak musim hujan.

"Target saya November sudah mulai penggalian. Kita harus kerja cepat dan tepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Selain fungsi utamanya menampung limpasan air hujan, kolam retensi ini juga akan dikembangkan sebagai ruang ekonomi baru bagi pelaku usaha dan ekonomi kreatif setempat.

“Proyek ini bukan hanya untuk mengatasi banjir, tapi juga membuka peluang ekonomi baru. Inilah semangat mewujudkan Kota Jambi Bahagia, Tangguh, dan Sejahtera,” tutup Maulana. (Ahmad)

 

 

 

#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #DPRD #GubernurJambi #WalikotaJambi #KJPP #BPN





BERITA BERIKUTNYA