JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Komisi II DPRD Kota Jambi menyoroti kondisi Pasar Talang Banjar yang dinilai semrawut. Ketua Komisi II, Djokas Siburian, menilai tumpukan pedagang kaki lima (PKL) di luar pasar sementara banyak lapak di dalam pasar dibiarkan kosong mencerminkan buruknya tata kelola pasar rakyat.
“Sejak awal Pak Wali menjabat, kami dari Komisi II sudah menyarankan agar pasar rakyat di Kota Jambi dikelola secara profesional,” ujar Djokas, Senin (3/11).
Ia menjelaskan, dari sekitar 17 pasar rakyat yang ada di Kota Jambi, seharusnya ada kejelasan mengenai pola pengelolaannya. Pemerintah Kota, kata Djokas, perlu menentukan apakah pasar akan dikelola langsung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) atau diserahkan kepada pihak ketiga seperti BUMD Siginjai Sakti.
Terkait Pasar Talang Banjar, DPRD berencana memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk meminta penjelasan mengenai banyaknya lapak kosong di dalam pasar. Padahal, di sisi lain, para pedagang lebih memilih berjualan di luar area pasar.
“Kami akan segera panggil OPD terkait. Kalau bisa ada perwakilan atau paguyuban pedagang yang hadir, lebih bagus lagi,” tambahnya.
Djokas berharap persoalan ini segera dituntaskan agar aktivitas jual beli di Pasar Talang Banjar kembali tertib dan para pedagang memperoleh tempat yang layak, sesuai tujuan revitalisasi pasar rakyat yang telah dilakukan pemerintah. (Ahmad)
#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #GubernurJambi #Jambi #DPRD #WalikotaJambi
Diduga Ada Setoran “Keamanan” Tambang Dompeng di Tabir, Pekerja Sebut Rp1 Juta per Bulan
DPRD Tebo Desak Kades Sungai Rambai Dievaluasi, Konflik dengan BPD Tak Kunjung Usai
Dari Tebo ke Magelang: KM Ikuti Retreat Khusus Ketua DPRD, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah
8 Calon Siap Rebut Kursi Kades, Ada Srikandi Tangguh di Tengah Persaingan
Camat Tebo Ilir Rehab Makam Keramat Tanpa Dana APBD, Ini Sosok di Baliknya!
PT Tebo Indah Kembali Mangkir, DPRD Tebo Tetap Gelar RDP Soal Konflik Lahan 10 Desa