TMA Sungai Batanghari di Tebo Naik, BPBD Minta Warga Tetap Siaga

Rabu, 17 Desember 2025 - 13:56:09 WIB - Dibaca: 1555 kali

Sekban BPBD Tebo Ahmad Rony
Sekban BPBD Tebo Ahmad Rony (ARD)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Tinggi muka air (TMA) Sungai Batanghari di wilayah Kabupaten Tebo terpantau mengalami kenaikan hingga Rabu pagi (17/12/2025). Kondisi tersebut terpantau langsung oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tebo melalui Sekretaris Badan (Sekban) Ahmad Rony menjelaskan, meski TMA di wilayah Tebo mengalami peningkatan, pihaknya menerima informasi terbaru dari operator Bendungan Batanghari di Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, bahwa kondisi tinggi muka air di bendungan tersebut justru menunjukkan tren penurunan.

“Untuk kondisi di Kabupaten Tebo, sampai pagi ini TMA Sungai Batanghari masih mengalami kenaikan. Namun, berdasarkan informasi terakhir yang kami terima dari operator bendungan di Dharmasraya, tinggi muka air di bendungan sudah mulai menurun,” ujar Ahmad Rony.

Ia menambahkan, informasi tersebut diperoleh melalui komunikasi intensif dengan petugas kesiapsiagaan dan operator bendungan Batanghari di wilayah Dharmasraya.

“Kami berkoordinasi dengan rekan-rekan di lapangan dan operator bendungan. Laporan yang kami terima menyebutkan bahwa TMA di bendungan Batanghari Dharmasraya sudah mengalami penurunan,” sambungnya.

Meski demikian, BPBD Kabupaten Tebo tetap meminta masyarakat untuk tidak lengah. Menurut Rony, kondisi Sungai Batanghari di Kabupaten Tebo hingga saat ini masih menunjukkan adanya penambahan tinggi muka air, yang dipengaruhi oleh curah hujan di wilayah setempat.

“Untuk Sungai Batanghari di Kabupaten Tebo sendiri, sampai saat ini masih mengalami peninggian TMA. Mudah-mudahan di daerah hulu, khususnya Dharmasraya dan Solok Selatan, tidak lagi terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” jelasnya.

Rony juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi terakhir, pintu irigasi Bendungan Batanghari di Kabupaten Dharmasraya masih berada dalam posisi tertutup. Hal ini dinilai cukup membantu dalam mengendalikan debit air yang mengalir ke wilayah hilir, termasuk Kabupaten Tebo.

Kendati demikian, BPBD Kabupaten Tebo tetap mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Batanghari dan wilayah rawan banjir untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

“Walaupun informasi dari bendungan menyebutkan TMA menurun, kami tetap mengimbau masyarakat Kabupaten Tebo untuk selalu siaga dan waspada. Ada dua faktor utama yang perlu diperhatikan, yaitu curah hujan di daerah hulu dan kondisi curah hujan di Kabupaten Tebo sendiri yang dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi,” tegasnya.

BPBD Kabupaten Tebo memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan tinggi muka air Sungai Batanghari serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi potensi banjir dan dampak yang tidak diinginkan. (ARD)

 

#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #Tebo #Jambi #DPRD #BupatiTebo 





BERITA BERIKUTNYA