JAMBIPRIMA.COM,. KOTA JAMBI — Curah hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang terus mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Jambi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca ekstrem tersebut meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, di berbagai daerah.
Menyikapi situasi tersebut, enam kabupaten/kota di Provinsi Jambi resmi menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi sebagai langkah antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Penetapan status siaga darurat ini bertujuan untuk mempercepat respons penanganan bencana, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta mempermudah mobilisasi sumber daya, baik personel maupun peralatan, apabila kondisi darurat terjadi di lapangan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Ismail, mengatakan bahwa peningkatan curah hujan secara signifikan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Oleh karena itu, langkah siaga darurat dinilai penting untuk memastikan kesiapan seluruh unsur penanggulangan bencana.
“Dengan ditetapkannya status siaga darurat, seluruh pihak terkait dapat bergerak lebih cepat dan terkoordinasi dalam melakukan langkah-langkah penanganan apabila terjadi bencana di wilayah masing-masing,” ujar Ismail.
Adapun enam daerah yang telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi tersebut meliputi Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Merangin, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Kerinci, dan Kota Jambi. Daerah-daerah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah yang berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) dan kawasan perbukitan.
BPBD Provinsi Jambi bersama BPBD kabupaten/kota serta unsur TNI, Polri, dan relawan kebencanaan saat ini memfokuskan upaya pada pemantauan intensif di wilayah rawan, termasuk memantau tinggi muka air sungai, kondisi tanah di lereng perbukitan, serta perkembangan cuaca berdasarkan informasi dari BMKG.
Selain itu, sejumlah posko siaga bencana telah diaktifkan di berbagai daerah untuk memudahkan koordinasi, pengumpulan data lapangan, dan penyampaian informasi secara cepat kepada masyarakat maupun pemerintah daerah.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai, dataran rendah, dan kawasan rawan longsor. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada aparat setempat atau BPBD apabila melihat tanda-tanda awal bencana, seperti kenaikan debit air sungai, retakan tanah, atau pohon tumbang akibat angin kencang.
Dengan kesiapsiagaan bersama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan serta keselamatan warga tetap terjaga. (ahmad)
#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #Tebo #Jambi #DPRD #BupatiTebo
Rakerda Pramuka Jambi 2026 Digelar, Bahas Evaluasi dan Program Kerja
Satpol PP Tebo Siap Lelang Ternak Liar, Penertiban Segera Digelar
Parah! 3 Titik Jalan Nasional Niam–Lubuk Tenggelam, Akses Tebo ke Tanjab Barat Putus
Pendataan Koperasi Bermasalah di Tebo Terkendala Anggaran dan Armada
Saipul Anwar Kembali Pimpin DPD NasDem Tebo Periode 2025–2029