Distribusi BBM ke SPBU Tebo Telat, Warga Berebut Pertalite hingga Rp20 Ribu/Liter

Senin, 22 Desember 2025 - 20:59:12 WIB - Dibaca: 1645 kali

Plt Kabid Perdagangan Disperindagkop & UKM Kabupaten Tebo, Ade Irawan, saat memberikan keterangan terkait keterlambatan distribusi BBM di sejumlah SPBU Kabupaten Tebo.
Plt Kabid Perdagangan Disperindagkop & UKM Kabupaten Tebo, Ade Irawan, saat memberikan keterangan terkait keterlambatan distribusi BBM di sejumlah SPBU Kabupaten Tebo. (ARD)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, mengalami keterlambatan pendistribusian berbagai jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) dari depo Pertamina pada Senin, 22 Desember 2025. Kondisi ini membuat ketersediaan BBM di SPBU berkurang drastis dan berimbas pada kelangkaan bahan bakar di sejumlah wilayah.

Kelangkaan tersebut memicu lonjakan pembelian BBM di tingkat penjual eceran. Sejumlah pedagang menjual Pertalite dengan harga mencapai Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per liter, namun tetap diburu konsumen karena kebutuhan mendesak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop & UKM Kabupaten Tebo, Ade Irawan, membenarkan terjadinya keterlambatan distribusi tersebut. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, permasalahan ini baru terjadi pada hari ini.

“Keterlambatan distribusi BBM ke sejumlah SPBU memang terjadi hari ini. Kami sudah menghubungi pihak Pertamina, namun hingga kini belum ada respon resmi. Manajer SPBU juga menyampaikan bahwa BBM belum masuk hari ini karena ada keterlambatan pendistribusian,” kata Ade.

Ade menjelaskan, pihaknya masih menunggu kejelasan penyebab gangguan distribusi tersebut. Bahkan, menurutnya, pihak SPBU pun belum memperoleh informasi pasti dari Pertamina terkait kendala yang terjadi.

Terkait penambahan kuota menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, Ade menyebutkan belum ada kebijakan penambahan pasokan BBM. Saat ini, kuota distribusi masih berada di angka 8 ton per hari untuk tiga SPBU di Kecamatan Tebo Tengah.

“Masih sama seperti sebelumnya, sekitar 8 ton per hari untuk jenis Pertalite, Pertamax, dan Solar. Untuk SPBU 24.375.82 Paal 10 dan SPBU 24.372.71 Paal 2 tetap disalurkan, sedangkan SPBU 24.372.23 di Kelurahan Tebing Tinggi sementara tidak mendapat pasokan solar karena masih dalam tahap pembinaan,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina belum dapat dikonfirmasi terkait penyebab keterlambatan distribusi BBM di Kabupaten Tebo. Pemerintah daerah berharap distribusi segera normal agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. (ARD)





BERITA BERIKUTNYA