JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Sepanjang tahun 2025, petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLH-Hub) Kabupaten Tebo terus bekerja ekstra melakukan operasi pengangkutan sampah di sepanjang jalur dua lintas Muara Tebo, mulai dari Simpang Jambi hingga Paal 12. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kebersihan kota sekaligus menghadapi penilaian Adipura.
Kepala DLH-Hub Kabupaten Tebo, Eriyanto, menyebutkan bahwa pada awal Januari 2025 lalu, masih banyak terlihat tumpukan sampah di sejumlah titik jalan utama tersebut. Keterbatasan armada pengangkut membuat pihaknya harus mengambil langkah cepat dengan melibatkan armada becak motor (bentor) kebersihan.
“Kapasitas mobil sampah kita terbatas, hanya tiga armada di Kota Muara Tebo. Karena itu kami libatkan bentor agar penyisiran sampah lebih maksimal. Rutenya pun kami tambah agar lokasi yang menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) liar tetap terpantau,” jelasnya, Rabu (24/12/2025).
Beberapa titik yang sering menjadi lokasi pembuangan sampah liar, antara lain kawasan KM 6 yang seharusnya bukan TPS, namun masih saja dijadikan tempat membuang sampah oleh masyarakat. Selain itu, di KM 8 juga ditemukan tumpukan sampah akibat adanya genangan air yang kemudian dimanfaatkan warga untuk membuang sampah.
“Kadang pagi hari sudah ada tumpukan sampah yang tidak diketahui asalnya, jadi petugas bentor terpaksa melakukan penyisiran tambahan,” ujar Eriyanto.
Titik lain yang juga turut disorot adalah area dekat rumah makan di sekitar kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), meskipun sudah dipasang larangan membuang sampah, namun masih ada warga yang mengabaikan aturan tersebut.
Eriyanto menegaskan, Kabupaten Tebo sebenarnya sudah memiliki TPS yang rutin diangkut petugas, salah satunya di sekitar Indomaret. Untuk itu, ia berharap warga dapat bekerjasama menjaga kebersihan kota dengan membuang sampah pada waktu yang tepat.
“Kami imbau masyarakat membuang sampah pada sore atau malam hari saja. Simpan dulu di rumah, baru esok hari dibuang lagi. Jangan membuang sembarangan karena sangat mengganggu kebersihan kota,” tegasnya.
Ia juga meminta dukungan seluruh perangkat wilayah mulai dari RT, RW, lurah, kepala desa hingga camat agar ikut aktif memberikan imbauan kepada masyarakat.
“Ini bukan hanya tugas petugas kebersihan, tapi tanggung jawab bersama. Apalagi saat ini Tebo sedang menghadapi penilaian Adipura. Mari kita jaga kota ini tetap bersih,” tutupnya. (ARD)
#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #Tebo #Jambi #DPRD #BupatiTebo
Rakerda Pramuka Jambi 2026 Digelar, Bahas Evaluasi dan Program Kerja
Disperindag Tebo Tegur Ritel Modern Soal Kembalian Permen dan Pembulatan Harga
Sidang PETI Punti Kalo Berlanjut, JPU Siapkan Saksi Tambahan dan Ahli
Satpol PP Tebo Siap Lelang Ternak Liar, Penertiban Segera Digelar
Parah! 3 Titik Jalan Nasional Niam–Lubuk Tenggelam, Akses Tebo ke Tanjab Barat Putus
Proyek Turap Rp20,4 Miliar di Pagar Puding Ditarget Rampung Tepat Waktu