JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi untuk menghadirkan pengelolaan sampah modern semakin mendekati kenyataan. Kerja sama strategis Pemkot Jambi dengan PT Regen Bioteknologi Solusi Indonesia untuk pengelolaan TPA Talang Gulo kini tinggal selangkah lagi terealisasi. Saat ini, Pemkot sedang menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai payung hukum pelaksanaan kerja sama tersebut.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mulyono, menjelaskan bahwa setelah Perwal selesai, penandatanganan perjanjian kerja sama akan dilakukan antara BLUD TPA Talang Gulo dan PT Regen.
“Sedang disiapkan Perwal kerja samanya. Jika sudah selesai, akan dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara BLUD TPA Talang Gulo dengan PT Regen,” ujarnya.
Sebelumnya, Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkot dan PT Regen telah ditandatangani bertepatan dengan HUT Kota Jambi pada 28 Mei 2025. Melalui kerja sama ini, PT Regen akan mengoperasikan TPA Talang Gulo dengan konsep sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan serta pengolahan sampah berbasis teknologi modern.
Konsep Modern, Kurangi Beban Landfill dan APBD
Kerja sama ini mengusung dua skema, yakni sistem sewa bangunan dan peralatan serta sistem bagi hasil dari produk olahan sampah. Meski berpotensi menghasilkan pendapatan daerah, Mulyono menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah pengurangan volume sampah.
Dengan pengolahan yang lebih efektif, usia pakai landfill bisa diperpanjang dan beban APBD untuk operasional TPA dapat ditekan. Saat ini, Jambi setiap hari menghasilkan 350–400 ton sampah yang menjadi tantangan besar dalam pengelolaan persampahan.
Dalam kerja sama ini, PT Regen fokus pada pengoperasian TPA dan teknologi pengolahan, sementara pengangkutan sampah dari permukiman ke TPA tetap ditangani Pemkot.
Teknologi Biodrying Pertama di Indonesia
Direktur PT Regen Bioteknologi Solusi Indonesia, Rudi Hamka, menyebut kerja sama ini sebagai tonggak penting bagi transformasi pengelolaan sampah Kota Jambi menuju sistem yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
PT Regen akan menerapkan teknologi biodrying Aufaimer, yang diklaim sebagai yang pertama digunakan di Indonesia. Teknologi ini mengeringkan sampah untuk memudahkan pemilahan. Sampah organik akan diolah menjadi kompos dan pakan maggot, plastik diproses menjadi biji plastik, sedangkan residu diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).
Produk yang dihasilkan antara lain:
RDF Briket sebagai bahan bakar alternatif industri
Maggot untuk pakan ternak dan perikanan
Kompos untuk pertanian dan penghijauan
Biji plastik sebagai bahan baku industri daur ulang
Target Besar: Zero Waste dan PAD Rp14 Miliar
Wali Kota Jambi, Dr. H. Maulana, MKM, menegaskan bahwa Pemkot menargetkan TPA Talang Gulo menjadi pusat pengolahan sampah modern dengan konsep Zero Waste dalam lima tahun ke depan. Bahkan, melalui pembangunan pabrik RDF, kapasitas pengolahan ditargetkan mencapai 1.000 ton sampah per hari.
Dari berbagai produk yang dihasilkan, Pemkot optimistis pengelolaan sampah ini dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp14 miliar per tahun.
“Sampah yang selama ini dianggap masalah, justru menjadi potensi emas bagi daerah. Dengan teknologi ini, kita ubah sampah menjadi aset,” tegas Maulana.
Pembenahan Sistem dari Hulu hingga Hilir
Tak hanya di TPA, Pemkot juga berencana mereformasi sistem pengangkutan sampah di hulu. TPS akan dikurangi dan digantikan sistem door to door menggunakan gerobak motor (germo). Petugas akan digaji pemerintah agar sampah langsung terangkut ke TPA tanpa penumpukan.
Program ini diperkuat melalui Program Kampung Bahagia, di mana setiap RT mendapatkan dana Rp100 juta untuk mendukung pengelolaan lingkungan dan sampah.
Dengan langkah menyeluruh dari hulu hingga hilir, Pemkot Jambi optimistis mampu menghadirkan pengelolaan sampah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadikan Kota Jambi sebagai pelopor pengelolaan sampah masa depan di Indonesia. (ahmad)
Rakerda Pramuka Jambi 2026 Digelar, Bahas Evaluasi dan Program Kerja
Satpol PP Tebo Siap Lelang Ternak Liar, Penertiban Segera Digelar
Parah! 3 Titik Jalan Nasional Niam–Lubuk Tenggelam, Akses Tebo ke Tanjab Barat Putus
Pendataan Koperasi Bermasalah di Tebo Terkendala Anggaran dan Armada
Tanpa AMDAL Lalin, PT Tebo Indah Jalan Terus, Sanksi Tak Kunjung Terbit