JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo berencana memanfaatkan dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) untuk menyelesaikan perbaikan jalan utama di sejumlah wilayah strategis. Fokus utama penanganan diarahkan pada ruas Jalan Paal 12 hingga Paal 21 Rimbo Bujang, yang selama ini menjadi jalur vital aktivitas masyarakat dan distribusi hasil produksi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tebo, Sardi, menjelaskan bahwa alokasi anggaran terbesar diprioritaskan pada ruas tersebut, dengan nilai mencapai sekitar Rp72 miliar. Namun demikian, pelaksanaan pekerjaan nantinya akan disesuaikan dengan kecukupan anggaran yang tersedia.
“Ruas utamanya Jalan Paal 12 sampai Jalan 21 Rimbo Bujang. Untuk Jalan 21 sendiri dialokasikan kurang lebih Rp72 miliar, tapi nanti tetap tergantung kecukupan dananya,” jelas Sardi, Senin (5/1/2025).
Selain itu, satu ruas jalan lain yang turut menjadi perhatian adalah jalan utama di Kecamatan VII Koto Ilir, tepatnya di depan Kantor Camat. Jalan tersebut dinilai rawan rusak karena menjadi lintasan produksi dari jalur penyeberangan, sekaligus akses utama pelayanan publik masyarakat.
“Di VII Koto Ilir, jalannya sering rusak. Di satu sisi itu jalur produksi, di sisi lain akses pelayanan ke Kantor Camat, sehingga perlu kita tangani dengan anggaran sekitar Rp8 miliar,” ungkapnya.
Untuk teknis penanganan Jalan Paal 21, Sardi menyebutkan pekerjaan akan dimulai dari ujung rigid beton yang telah dikerjakan beberapa tahun lalu. Sementara pada segmen awal dari Paal 12 hingga Blok E Alai Ilir, akan dilakukan penanganan rigid beton di beberapa titik yang mengalami kerusakan cukup parah.
Adapun pada ruas Unit 15 arah Rimbo Bujang, yang kondisinya masih relatif baik, penanganan hanya berupa overlay atau pelapisan ulang permukaan jalan.
Meski secara administrasi jalan tersebut terbagi menjadi tiga ruas jalan kabupaten, yakni Paal 12–Blok E, Blok E–Paal 21, dan Jalan 21, Sardi mengakui bahwa secara umum masyarakat lebih mengenalnya sebagai Jalan 21 Rimbo Bujang.
Terkait perencanaan, Sardi menegaskan bahwa proyek ini sebenarnya telah dirancang sejak beberapa tahun sebelumnya dan sempat diusulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) serta Dana Inpres Jalan Daerah. Namun karena pendanaan belum mencukupi, maka penanganan dilanjutkan melalui skema pinjaman PT SMI.
“Perencanaannya sudah ada sejak tahun sebelumnya. Di perubahan anggaran 2025 kemarin, desain yang ada kita review kembali dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Jalan Inpres itu biayanya cukup mahal, jadi kita sesuaikan agar lebih efektif,” pungkasnya. (ARD)
#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #Tebo #Jambi #DPRD #BupatiTebo
Rakerda Pramuka Jambi 2026 Digelar, Bahas Evaluasi dan Program Kerja
Disperindag Tebo Tegur Ritel Modern Soal Kembalian Permen dan Pembulatan Harga
Sidang PETI Punti Kalo Berlanjut, JPU Siapkan Saksi Tambahan dan Ahli
Satpol PP Tebo Siap Lelang Ternak Liar, Penertiban Segera Digelar
Parah! 3 Titik Jalan Nasional Niam–Lubuk Tenggelam, Akses Tebo ke Tanjab Barat Putus
Libur Nataru, Penumpang Bandara Sultan Thaha Jambi Tembus 71 Ribu