JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Jambi kembali menunjukkan tren positif. Neraca perdagangan daerah ini tercatat tetap berada di zona surplus hingga akhir tahun 2025. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, pada Desember 2025 surplus neraca dagang mencapai US$147,91 juta, yang didorong oleh kuatnya aktivitas ekspor dibandingkan nilai impor.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, menjelaskan bahwa surplus tersebut terbentuk dari nilai ekspor Desember 2025 yang mencapai US$153,71 juta, sementara nilai impor hanya berada di angka US$5,80 juta. Selisih yang cukup besar antara ekspor dan impor ini menjadi indikator bahwa produk unggulan Jambi masih memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.
Menurut Aidil, capaian tersebut menunjukkan struktur perdagangan Jambi masih didominasi oleh sektor ekspor komoditas andalan, seperti hasil perkebunan dan pertambangan, yang terus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Kondisi ini juga mencerminkan stabilitas aktivitas ekonomi Jambi di tengah dinamika perdagangan global yang fluktuatif.
“Surplus neraca perdagangan pada Desember 2025 menunjukkan bahwa aktivitas ekspor Jambi masih sangat kuat. Nilai ekspor jauh lebih besar dibandingkan impor, sehingga tetap menciptakan kinerja perdagangan yang positif,” ujar Aidil Adha dalam keterangan resminya yang dikutip pada Selasa (3/2/2026).
Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Desember 2025, total nilai ekspor Provinsi Jambi tercatat mencapai US$2,04 miliar. Sementara itu, total impor berada di angka US$76,45 juta. Dengan demikian, neraca perdagangan Jambi sepanjang tahun 2025 menghasilkan surplus sebesar US$1,97 miliar, angka yang menunjukkan kontribusi besar sektor perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Meski demikian, BPS juga mencatat adanya penurunan surplus jika dibandingkan secara tahunan atau year on year. Pada Desember 2024, surplus neraca perdagangan Jambi sempat mencapai US$211,35 juta, lebih tinggi dibandingkan capaian Desember 2025.
Aidil menjelaskan bahwa penurunan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya penurunan nilai ekspor pada periode tertentu serta peningkatan impor di beberapa bulan sepanjang tahun 2025. Namun demikian, kondisi ini masih dinilai wajar dan tidak mengganggu stabilitas ekonomi daerah secara keseluruhan.
BPS menilai, meskipun terjadi koreksi angka surplus secara tahunan, posisi neraca perdagangan Jambi yang tetap konsisten berada di jalur surplus menunjukkan fondasi ekonomi yang relatif kuat. Pemerintah daerah diharapkan dapat terus mendorong diversifikasi produk ekspor serta menjaga keseimbangan impor agar tren positif ini dapat dipertahankan pada tahun-tahun mendatang. (Ahmad)
#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #GubernurJambi #Jambi #DPRD #WalikotaJambi
PAN Jambi Mulai Rapikan Kekuatan Politik, Relawan TPS Jadi Fokus Utama
Balap Lari Bahagia Semarakkan HUT ke-80 Pemkot Jambi, Wali Kota: Ajang Positif bagi Generasi Muda
Tebo Bakal Punya Sekolah Bertaraf Internasional, Anggarannya Capai Rp260 Miliar
BPBD Tebo dan Basarnas Bungo Lakukan Pencarian Warga Tenggelam di Sungai Batanghari
Digitalisasi Bansos Diperluas, Kota Jambi Jadi Pilot Project Nasional Integrasi Data Sosial
Sekda Tebo Sebut WFH ASN Efektif, Evaluasi Kemendagri Masih Berjalan
Darmo Phang Mangkir Panggilan DLHP Tebo Terkait Dugaan Pengalihan Alur Sungai