PLTA Kerinci Hanya Gunakan 40 Persen Air Danau Kerinci, Ini Penjelasan Humas PT KMH

Jumat, 06 Februari 2026 - 09:40:03 WIB - Dibaca: 515 kali

PT KMH Kerinci saat Coffe Morning dengan Media dan LSM Kerinci dan Sungai Penuh
PT KMH Kerinci saat Coffe Morning dengan Media dan LSM Kerinci dan Sungai Penuh ()

JAMBIPRIMA.COM, KERINCI - Pasca debit air Danau Kerinci yang menyusut drastis yang jadi perbincangan publik akibat uji coba turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), membuat pihak PT KMH kerinci angkat Suara pada Kamis (05/02).

Humas PT Merangin Hidro Kerinci (KMH) Asroli dihadapan wartawan dan LSM Kerinci-Sungai Penuh, mengawali dengan analisa curah hujan yang menurun mengakibatkan turunnya debit air di Danau Kerinci.

“Kami bukan membela diri, tapi itulah yang terjadi turunnya curah hujan,” katanya.

Selama bulan Januari curah hujan sangat rendah kata Asroli. Bahkan Asroli menyebut BNPB telah melakukan memodifikasi hujan.

Ia menyebut, selama ini BNPB melakukan memodifikasi agar hujan turun. Namun kali ini, BNPB melakukan memodifikasi agar hujan tidak turun.

Selain itu, Asroli menjelaskan kebutuhan PLTA sebanyak 100 meter kubik/detik. Jika hanya diandalkan air Danau Kerinci dalam sejekap air Danau Kerinci akan karing.

“PLTA tidak hanya mengandalkan air Danau Kerinci tapi lebih banyak menggunakan air Sungai Batang Merangin,” akui Asroli.

Bahkan ia menegaskan, PLTA hanya menggunakan 40 persen air Danau Kerinci untuk pembangkit listrik dengan tiga turbin. Selebihnya yaitu 60 persen mengandalkan air Sungai Batang Merangin.

Asroli bersekukuh bahwa menyusutnya air Danau Kerinci bukan disebabkan oleh PLTA Merangin. Ia memaparkan data, bahwa sebelum dibangun PLTA Merangin Hidro pernah terjadi menyusut air Danau Kerinci.

“Kami sudah memprediksi hal ini akan terjadi, makanya kami jelaskan berdasarkan data. Kalau pintu Air PLTA di Danau Kerinci sama datar dengan anjungan di Objek wisata Danau Kerinci,"pungkasnya.(Bdu)

 

 

 

 





BERITA BERIKUTNYA